INVESTASI
Hearing masalah pengelolaan pariwisata di Lampung. (fik/pin)
05/12/2017 17:46:53
526

Komisi IV Ajukan FGD Bahas Pariwisata Lampung

Harianlampung.com - Hearing antara komisi IV DPRD Lampung bersama Dinas Pariwisata serta unsur PT Garuda, DPD Asita Provinsi Lampung,  Dinas PU PR dan Dinas perhubungan, membahas masalah solusi wisata yang ada di Provinsi Lampung terkini.

Anggota Komisi IV Watoni Noerdin saat rapat dengar pendapat tersebut, mengusulkan agar semua unsur terkait untuk membicarakan masalah pariwisata lampung yang saat ini mulai menjadi tempat tujuan wisatawan setelah Bali dan Lombok, dibicarakan dalam sebuah focus group discussion (FGD).

"Kita ini satu kesatuan artinya bina marga untuk peningkatan infrastruktur jalan, dishub lalulintas  pariwisata masalah wisatanya, Asita pengelolaannya," kata Watoni Noerdin, Diruang rapat komisi, Selasa (5/12).

Saat ini  pihaknya menawarkan kepada Pemerintah daerah provinsi Lampung, untuk semua hal penunjang pariwisata di Lampung.

"Apalagi tadi bilang masyarakat Pahawang saat ini, peningkatan ekonominya berkembang baik. Jauh dari tahun tahun sebelumnya," kata Watoni.

Politisi PDIP Lampung itu, mengungkapkan, bahwa DPRD Lampung maupun Pemda Lampung sudah pernah belajar di lombok berkaitan dengan wisata yang dikelola. Sehingga modal itu dapat diterapkan di Provinsi Lampung ini, dengan semua unsur terlibat didalamnya.

"Apalagi kita pernah belajar di lombok, mereka sudah implementasikan itu, dibuat perda dan Pergubnya, mereka tidak kalah dengan Bali,  padahal Gubernurnya lulusan pondok, tapi dia punya pemikiran bagaimana membuat daerahnya dikenal dan bermanfaat untuk daerah dengan memajukan pariwisata," kata Watoni.

Di Provinsi Lampung ini, di Pesisir Barat sudah ada Bandara Serai, jika segera ditingkatkan bandaranya, maka itu juga dapat meningkatan pariwisata juga seperti di Bali.

"Saran saya, adanya Fokus group discussion (FGD)," tandasnya.

Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Lampung, Arizo Fhasa Wilian Abung, mengungkapkan  bahwa Pariwisata lampung saat ini luar biasa.

"Pahawang saat ini sangat dikenal di Indonesia, ini menjadi kebanggaan kita bahwa provinsi Lampung bidang pariwisatanya sudah menjadi tempat tujuan wisatawan nasional maupun mancanegara, untuk berlibur," kata dia

Masyarakat di sekitaran pulau Pahawang, sangat tajam peningkatan kesehahteraan mereka, hal itu dibuktikan dengan, banyaknya kapal maupun speedboat untuk berlibur di daerah Pahawang.

"Ada 182 Kapal,  speed bot 25 buah, selama 6 bulan ini orang yang berasal dari Palembang, Jakarta, Bandung tujuan utamanya adalah Lampung untuk berwisata, yang kami sayangkan adalah satu, saat kami ke bali, lombok , bandung, kami harus koordinasi ke biro di sana. Wajib pakai biro agent setempat. Berbeda dengan lampung, kita bebas, mereka tanpa harus koordinasi dengan biro agent di Lampung," kata Arizo Fhasa.

Oleh karena itu, Ia berharap, segera dibuat Perda dan Pergub tentang pengelolaan pariwisata di Lampung ini.

"Dibuat perda bagaimana perjalanan wisata di lapung wajib pakai biro agent dari Lampung, seperti yang sudah diterapkan di bali dan lombok," katanya.

Selain Pahawang, kata Arizo Fhasa, tujuan wisatawan lainnya adalah Waykambas.

"Festival Way Kambas kemarin termasuk salah satu upaya juga mengenalkan tempat wisata di Lampung. Namun untuk Tanjung Setia dan Pulau Pisang, kita tidak jual paketnya karena terlalu jauh untuk didatangi. Namun ketika semua sudah mendukung maka wisatawan pun bisa menjelajahi," terangnya.

"Lampung sekarang terbaik dalam wisatanya. Wisatawan ke lampung limit order, seminggu seribu pengunjung," kata dia

Ditambah juga, saat ini di Lampung ada 18 pulau, namun hal itu belum tergarap, terutama di daerah Kabupaten Pesawaran, banyak pulau bagus belum tersentuh," katanya.

Ketika pariwisata lampung maju, dengan stakeholder terkait, maka disini juga akan menciptakan lapangan pekerja baru bagi masyarakat.

"Kita akan membutuhkan Sumber daya manusia (SDM), maka untuk Menuju ke pahawang bisa diakses dg baik, karena ternyata Palembang itu tujuan wisatanya ke Lampung, disana tidak ada laut dan gunung. Di Lampung sendiri ada 128 travel agent siap untuk itu," kata dia.

Pimpinan rapat dengar pendapat (hearing), Murdiansyah Mulkan diakhir pembicaraan menyimpulkan bahwa status bandara internasional juga akan berdampak pada wisatawan di Lampung.

"Apalagi ketika Bandara Raden intan naik tingkat jadi Bandara internasional, maka peningkatan PAD juga buat Lampung," katanya

Selain itu, kata Politisi PKS itu, jalur Singapura-Lampung-Bali ketika Bandara Lampung sudah internasional, maka wisatawan ke Lampung akan melonjak.

"Makanya ini harus segera dikoordinasikan dengan ditunjang perda dan pergub pengelolalaan pariwisata. Termasuk juga dermaga untuk ke Pulau Pahawang, segera dikomunikasikan untuk segera dibangun, ini leading sektornya Dinas Perhubungan Provinsi," kata Dia.

Kadis Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto, menjelaskan, bahwa saat ini 8,8 juta pengunjung masuk ke Lampung di tahun 2017 ini. Lampung tertinggi untuk di Nusantara saat ini.

"Lampung destinasi wisata terbaik, saat ini untuk dikunjungi. Lampung tingkat ke 4 tujuan wisata, orang Jakarta," kata Kadis.

Apalagi bandara sudah baik, tol nanti bentar lagi beroperasi, kata Budiharto, dimungkinkan maka akan membludak wisatawan ke Lampung.

"Yang terpenting adalah CEO atau kepala daerahnya dalam mengembangkan objek wisatanya, dan Bagaimana bisa sinergi dengan komisi II yang membidangi," katanya.
(fik/iqb)