INVESTASI
BPS (pin/dok)
15/3/2018 20:00:05
823

Februari, Neraca Dagang Indonesia Defisit US$116 Juta

Harianlampung.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit selama 3 bulan berturut-turut sejak Desember 2017. Pada Februari 2018, defisitnya mencapai US$116 juta.

“Defisit selama tiga bulan berturut-turut, ini harus menjadi perhatian kita. Ini tentunya menjadi peringatan buat kita semua, Januari-Februari 2018, defisit sebesar US$872 juta," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis (15/03).

Suhariyanto menambahkan, defisit neraca perdagangan pada Februari 2018 dipicu defisit pada sektor migas yang mencapai US$870 juta. Sementara sektor perdagangan nonmigas justru surplus sebesar US$750 juta.

Tercatat, pada Januari 2018, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$760 juta atau lebih tinggi dari Februari 2018. Diharapkan, pada bulan berikutnya, neraca perdagangan Indonesia bisa kembali mencapai surplus.

Dari sisi volume perdagangan, neraca perdagangan mengantongi surplus 32,12 juta ton, yang didorong surplus neraca nonmigas sebesar 32,57 juta ton. Sementara neraca perdagangan migas defisit 0,46 juta ton.

Secara kumulatif, pada periode Januari-Februari 2018 neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$872 juta. Defisit tersebut disebabkan neraca migas mengalami defisit senilai US$1,8 miliar. Sementara sektor nonmigas mengalami surplus senilai US$933,3 juta.

Beberapa negara yang menyumbang surplus selama periode tersebut antara lain adalah Amerika Serikat sebesar US$1,46 miliar, India US$1,33 miliar, dan Belanda sebesar US$439 juta.

Sementara negara-negara yang menyumbang defisit adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar US$3,28 miliar, Thailand US$665 juta, dan Australia sebesar US$421,9 juta.
(zel/kap/rin)