INVESTASI
Konstruksi Tol Serang (dok)
08/6/2018 02:16:16
691

Simpang Susun Tol Serang-Panimbang Terkoneksi Arteri Kabupaten

Harianlampung.com - Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83 kilometer akan terkoneksi dengan jalan arteri di empat kabupaten/kota melalui tujuh simpang susun  disepanjang jalur tol tersebut.

“Saat ini kami sudah memulai pembangunan jalan penghubung dari tol Jakarta-Merak atau di titik nol kilometer Serang-Panimbang yakni di Kecamatan Walantaka Kota Serang.,” ungkap Pimpinan Proyek jalan tol Serang-Panimbang,  M Ali saat melakukan monitoring progres pengerjaan jalan tersebut di Kecamatan Walantaka,Banten, Kamis(7/6).

Ali menjelaskan, setelah itu, selanjutnya akan dibangun simpang susun pertama atau interchange di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang.

"Kami masih melakukan kordinasi dengan PT Marga Mandala Sakti (MMS) untuk membuka jalur penghubung dari tol Jakarta-Merak ke tol Serang-Panimbang. Secara bertahap juga kami memulai pemadatan badan jalan dari mulai titik nol ini," ujar Ali yang didampingi didampingi Manager Bidang Human Capital dan Umum PT Wika Serang Panimbang (WSP) Bambang Yogaswara.

Dikutip Kantor Berita RMOLLampung, lebih lanjut, Ali menjelaskan, setelah dibuka jalur penghubung dari tol Jakarta-Merak, selanjutnya pembangunan simpang susun pertama atau gerbang pertama di Kecamatan Ciekusal Kabupaten Serang di kilometer (KM) 8,9.

"Kami sudah jalan sekitar dua bulan ini untuk pengerjaan kontruksinya. Targetnya kan selesai pada November 2019 sudah bisa diujicobakan penggunaanya," terangnya.  

Pengerjaan kontruksi  jalan tol kata M Ali, dilakukan secara bertahap sesuai dengan lahan yang sudah dibebaskan, mengingat jika menunggu semua lahan selsai dibebaskan waktunya akan terhambat. Kata dia, masih ada beberapa kendala terkait dengan pembenasan lahan, misalnya kepemilikan lahan yang belum jelas sehingga harus dititipkan di pengadilan (konsinyasi).

"Tahap pertama ini kita kerjakan 10 kilomter dulu. Yang sekarang sudah digarap untuk pemadatan sekitar 2,5 kilometer," katanya.

Simpang susun berikutnya, kata Ali, di Kecamatan Petir Kabupaten Serang atau di sekitar Km 17,5 yang membutuhkan akses jalan penghubung ke jalan areteri dari jalan kolektor sepanjang 1,5 sampai 2 Km.

"Perlunya konektivitas jalan arteri dan jalan kolektor ini terkait simpang susun yang berada di trase tol Serang-Panimbang sebagi jalur distribusi logistik maupun kendaraan pribadi," ungkapnya.

Ali mengatakan dalam pembangunan jalan tol tersebut, pihaknya tidak menghilangkan fungsi dari fasilitas lainnya yang sudah ada sebelumnya seperti saluran air, sungai, jalan desa dan fasilitas lainnya yang sebelumnya digunakan warga.

"Yang tadinya ada sungai atau saluran irigasi tetap kita fungsikan, malahan kita bagusin," imbunya.

Kemudian gerbang tol selanjutnya atau simpang susun ke tiga berada di Rangkasbitung Kabupaten Lebak yang hanya membutuhkan sekitar 1 Km pembangunan jalan dari tol ke jalan arteri di Rangkasbitung. gerbang ke empat di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, selanjutnya di Cileles Lebak atau di sekitar Km 49,9.

"Simpang susun berikutnya di Kecamatan Bojong dan Pagelaran di Kabupaten Pandeglang. Terakhir exit di Kecamatan Panimbang di Km 83,6," paparnya.

Selain membangun kontruksinya, kata Ali, PT Wika Serang Panimbang juga nantinya sebagai operator jalan tol dengan kontrak selama 40 tahun sebelum nantinya diserahkan kepada pemerintah.

"Kalau kontraknya mulai 2020, maka kami PT Wika Serang Panimbang kontraknya akan berakhir 2060. Selanjutnya diserahkan kepada pemerintah," jelasnya.

Ali mengaku selama ini dalam pelaksanaan kontruksi jalan tersebut tidak menemukan kendala-kendala di lapangan kaitannya dengan masyarakat yang berada di sekitar pembangunan. Bahkan, pihaknya mendapat respon yang positif serta masyarakat menyambut keberadaan pembangunan jalan tol tersebut dengan antusias.

"Saya melihat masyarkaat sangat antusias dan menyambut dengan baik. Karena mereka juga nanti akan merasakan manfaatnya dengan keberadaan tol ini," pungkasnya.‎
(bal)