INVESTASI
Ilustrasi (pin)
26/7/2018 08:22:59
254

Ekspor Kopi Robusta Lampung Terbaik Dunia

Harianlampung.com - Ekspor komoditas kopi Lampung tahun 2017 mencapai 300 ribu ton ke mancanegara seperti  negara Amerika dan negara Eropa hingga tembus pada rangking pertama  ekspor kopi dunia. Kopi jenis Robusta asal Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung merupakan kopi terbaik dengan cita rasa yang diakui dunia Internasional.

Komoditas kopi jenis robusta asal Kabupaten Lampung Barat sudah tidak memerlukan system pilah pilah,karena kopi robusta asal Lampung Barat telah teruji kualitasnya, demikian dikatakan anggota AEKI yang juga eksportir kopi asal Lampung Budi Setiawan.

“ Kopi Robusta asal Lampung Barat telah mewakili kopi Indonesia di mata dunia,cita rasa Coffeinnya khas tidak bisa dipungkiri,” jelas Budi Setiawan di Bandarlampung.



Sebagai pengusaha kopi Lampung yang dikenal familier didampingi Fitri Tiara Yolanda yang merupakan Calon Legeslatif (caleg) DPRD Provinsi Lampung Partai Berkarya dapil 4 Pesisir Barat, Lampung Barat dan Tanggamus nomor ururt 5, saat ditemui di Resto Geprek Bensu, Rabo (25/7).

Kata dia, ekspor kopi Lampung jenis Robusta pada  tahun kemarin cukup bagus. Diperkirakan 300 ribu ton lebih ekspor ke Eropa dan Amerika.

“Kopi Robusta Lampung drastis mewakili 75 persen kopi yang ada di Indonesia,” jelas Budi yang juga merupakan anggota AEKI (Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia) Lampung.

Sementara, tambah Budi, produksi kopi Vietnam mencapai 1,5 juta ton/tahun. Sedangkan produksi kopi khususnya Lampung, 400 sampai dengan 450 ribu ton/tahun.

“Untuk tahun ini terbilang menurun drastis 30%. Hal ini disebabkan karena faktor cuaca juga faktor lain di petani, misalnya perawatan dan pemupukan tanaman kopi itu sendiri,” ujar dia..

Untuk tanaman kopi di Lampung sendiri kedepannya, jelas dia, diharapkan pemerintah daerah, pemerintah pusat dan eksportir lokal untuk saling bersinergi mengadakan kerjasama guna mensejahterakan dan pembinaan kepada petani kopi, agar tanaman kopi di Lampung tumbuh dengan baik, khususnya Lampung Barat,ini harus demi terangtkatnya komoditas kopi sekaligus petani.

“Karena produksi di Lampung Barat 2 tahun ini menurun dibanding 3 atau 4 tahun yang lalu,” pungkas dia.
(her)