INVESTASI
Pasar lelang ke IV tahun 2018 (her/pin)
14/8/2018 20:13:00
735

Disdag Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditas Agro ke IV Tahun 2018

Harianlampung.com - Program Kementraian Perdangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam tiga pilar, Dinas Perdangan (Disdag) Provinsi Lampung menggelar kegiatan pasar lelang ke IV di tahun 2018 dalam komoditas agro guna meningkatkan pusat agrobisnis berdaya saing dan terkemuka dalam mewujudkan media interaksi sektor agro di Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ir.Ferynia mengatakan, perlunya berbagai varian dalam menata dan berinteraksi sektor agro perlu terus di tingkatkan, karena kita berharap melalui media ini dapat membantu petani, produsen, gapoktan dalam sistem pemasaran yang lebih terorganisir, ujar Ir.Ferynia saat membuka pelaksanaan kegiatan pasar lelang komoditas agro ke IV di Balaikop Provinsi Lampung, Selasa (14/8).

Menurut dia, berbagai varian,sistem pengelolaan dan mekanisme berbagai komoditas unggulan perlu ide dan langkah memajukan komoditas seperti, kopi khas Lampung.

Dimana kata dia, komoditas kopi Lampung sangat dikenal di mancanegara, maka, kita gaungkan tamu,pebisnis dan wisatawan lokal maupun mancanegara,ketika visit (datang) ke restoran maupun hotel, minuman panas dan hangat menjadikan ciri khas kopi Lampung sebagai sajian utama,  ujar dia.

" Kopi Lampung dikenal,akan tetapi perlu satu visi setiap tamu masuk hotel sajian minum hangat hanya kopi Lampung,ini kita jadikan ciri khas," kata Ir.Ferynia.

Pasar lelang merupakan media interaksi, karena, disisi produsen,kemampuan Indonesia dalam menghasilkan komoditi memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Nasional, kata dia.

Disisi lain,kata Ferynia, permintaan akan komoditas pertanian terus meningkat sejalan dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat.

Hal itu kata dia, kita bisa melihat adanya peningkatan pasar,pusat konsumsi dalam negeri, supermarket,hotel dan restoran sangat memerlukan kepastian pasokan dalam jumlah besar dan kualitas,waktu dan pengiriman  serta harga yang tepat, ujar dia.

Selain itu, pelaksanaan pasar lelang tidak terlepas kerjasama terhadap BUMD seperti PD Wahana Raharja. karena hingga 4 tahun berjalan BUMD milik Pemprov Lampung masih belum terlihat diakui, ini yang harus kita dorong.

Maka, globalisasi ekonomi dan adanya dorongan perdagangan bebas tentu menyebabkan terjadinya persaingan ketat dalam sektor perdagangan, maka itu saya minta tingkatkan koordinasi dan cari ide dalam mengembangkan komoditas pertanian melalui pasar lelang, kerjasama terhadap PD Wahana Raharaja yang merupakan BUMD harus kita dukung, tandas dia.

Sementara, Ketua Panitia pasar lelang komoditas agro ke IV tahun 2018, Ir.Ofrial menambahkan, program Kementrian Perdagangan melalui Bappebti yang memiliki tiga pilar seperti, pasar lelang komoditi agro,Sistem Resi Gudang (SRG) dan bursa komoditi berjangka, ujar Ofrial.

" Visinya mendukung Provinsi Lampung sebagai pusat agrobisnis terkemuka dan berdaya saing," kata Ofrial.

Karena, berbagai potensi komoditi unggulan di Provinsi Lampung sangat baik dan banyak, seperti, padi, jagung,kedelai, ubi kayu, kopi,lada,tebu, kakau,karet hingga kelapa sawit, jelas dia.

Untuk komoditi unggulan sektor peternakan ada, populasi sapi potong, populasi kambing dan populasi ayam potong, tambah dia.

Dalam pelaksanaan pasar lelang komoditi ini, kita harapkan mampu mengintegrasikan pola kerjasama yang baik antar petani,pedagang dan konsumen, harap dia.

Maka,adanya solusi yang ditawarkan agar sistem agar sistem pola pemasaran semakin lebih baik, pungkas dia.

Hadir dalam pelaksanaan pasar lelang komoditas agro perwakilan Bappebti, Bayu Kristanto, para pedagang,usaha UMK, perwakilan hotel di Bandarlampung,gapoktan serta mitra kerja terkait.
(her)