INVESTASI
PT. Madusari Murni Indah Tbk (her/pin)
31/8/2018 19:54:55
614

Catatan Perdana Saham PT Madusari Murni Indah Tbk di BEI

Harianlampung.com - Tercatat sejak hari  ini  saham  PT  Madusari  Murni  Indah  Tbk  secara  resmi  tercatat  di Bursa  Efek  Indonesia, Kamis (30/8).

Tepat  pukul  09.00  WIB  saham  PT  Madusari  Murni  Indah  Tbk.  Tampil  di  layar perdagangan  bursa  dengan  harga  perdana  saham  Rp  580,-  per  lembar  saham.  PT  Madusari  Murni Indah Tbk  tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditahun 2018 dan  merupakan emiten  dari  sektor  industri  dasar  dan  kimia  yang  pertama  di  tahun  2018  yang  melantai  di  Bursa dengan  kode  emiten  MOLI.

Direktur  Utama  PT  Madusari  Murni  Indah  Tbk,  Arief  Goenadibrata mengungkapkan  PT  Madusari  Murni  Indah  Tbk  melepas  sebanyak  351.000.000  saham  atau  15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada  masa  penawaran  umum  yang  berlangsung  tanggal  27  Agustus  2018,  terjadi   oversubscribe sebanyak  221,53  kali  dari  porsi  penjatahan  terpusat  (Pooling)  saham  yang  ditawarkan  kepada masyarakat.

“Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan disalurkan perseroan untuk 94,45% kepada Entitas anak untuk meningkatkan kapasitas produksi Entitas  anak  dengan  membangun  pabrik  serta  membeli  beberapa  mesin  baru,  sedangkan  sisanya akan  disalurkan  “Perseroan”  kepada  Entitas  anak  untuk  pembangunan  fasilitas  distribusi  berupa gudang di daerah Jawa Timur”, ungkap Arief Goenadibrata.

“Kami  berharap,  momentum  IPO  akan  menjadi  langkah  awal  bagi  perseroan  dalam  meningkatkan kinerja  yang  lebih  baik,  serta  dengan  dicatatkannya  saham  PT  Madusari  Murni  Indah  di  BEI,  maka manajemen  Perseroan  akan  terus  berupaya  meningkatkan  Tata  Kelola  Perusahaan  (GCG)  dengan baik”, tutup Arief Goenadibrata optimis.

Inilah sekilas PT Madusari Murni Indah (“Perseroan”).

PT Madusari Murni Indah atau Molindo Incorporated, adalah perusahaan holding yang menaungi PT Molindo  Raya  Industrial  sebagai  pabrik  Ethanol,  PT  Molindo  Inti  Gas  sebagai  pabrik  CO2  dan  PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi.

Perusahaan ini didirikan di Malang pada tahun 1965. Dalam   perkembangan   bisnisnya   Madusari   dikemudian   hari   mengakuisisi   Molindo   yang   juga merupakan produsen ethanol pesaing saat itu.

Group  perusahaan  ini  kemudian  berkembang  dan  melahirkan  PT  Molindo  Raya  Industrial  sebagai pabrik produsen ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun dan juga PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik produksi gas CO2 dengan kapasitas produksi 15.360 ton per tahun.

Untuk  memasarkan  dan  mendistribusikan  produk-produknya,  PT  Madusari  Murni  Indah  kemudian mendirikan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi yang mana telah sukses mendistribusikan produk Molindo Ethanol dan Molindo CO2, dan meraih pengakuan di pasar ekspor Asia Pasifik hingga ke Australia, Eropa dan seluruh penjuru lainnya.

Grup  korporasi  Molindo  saat  ini  mempunyai  market  share  ethanol  sekitar  55%  dari  pasar  ethanol nasional.

Untuk  menjamin  kebutuhan  bahan  baku  yang  berasal  dari  tetes  tebu,  Molindo  telah  menjalin hubungan  yang  sangat  baik  dan  bekerjasama  dengan  Pabrik  Gula  di  seluruh  Indonesia.  Tetes  tebu atau mollases yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula diproses oleh Molindo melalui proses fermentasi dan destilasi menjadi ethanol dan gas CO2 serta limbahnya diolah menjadi pupuk.

Dengan  proses  ini  Molindo  tidak  hanya  menjadi  perusahaan  yang  menghasilkan  zero  waste  dalam proses  produksinya  dan  juga  mengimplementasikan  inisiatif  sosial  karen  atelah  mengelola  limbah produk etanol menjadi pupuk organik tanaman tebu untuk pemberdayaan petani tebu.

Sebagai bentuk komitmen PT Madusari Murni Indah Tbk. untuk memenuhi kebutuhan etanol, maka PT Madusari  Murni  Indah  juga  akan  membangun  pabrik  etanol  di  Lampung. Di  pabrik  ini  akan

menggunakan bahan alternatif jagung selain tetes tebu. Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan baku jagung di kawasan Asia Pasifik sehingga nantinya MRI akan menjadi produsen satu-satunya di kawasan  Asia  Pasifik  yang  memproduksi  etanol  dengan  bahan  baku  jagung.  

Hal  ini  tentunya  akan menambah daya saing MRI di pasar regional sekaligus mendukung program ekspor dari Indonesia.

Pada  tanggal  25  Juli  2018,  Menteri  Perindustrian  yang  dalam  hal  ini  diwakili  oleh  Direktur  Jenderal Industri   Kimia,   Tekstil,   dan   Aneka,   Achmad   Sigit   Dwiwahjono   mewakili   Menteri   Perindustrian menghadiri  meresmikan  pembangunan  Unit  Distilasi  Etanol  PT.  Molindo  Raya  Industrial  Lampung Plant  sebagai  salah  satu  upaya  untuk  mendukung  program  pemerintah    untuk  mengembangkan industri nasional.
(her)