INVESTASI
Tim kunjungi KUBE perkotaan.(her/pin)
26/5/2019 11:24:36
666

Angka Kemiskinan Periode Maret-September 2018 Alami Penurunan

Harianlampung.com - Angka kemiskinan di Provinsi Lampung secara perlahan akan tetapi pasti mengalami penurunan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, angka kemiskinan Lampung sebesar 13,01 persen atau tersisa 1.091.600 jiwa pada September 2018, sedangkan pada Maret lalu angka kemiskinan sebesar 13,14 persen atau 1.097.050 jiwa.

“Dengan kata lain selama periode Maret – September 2018 telah terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 5,45 ribu jiwa,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada Minggu, (26/5) melalui sambungan telepon selulernya.

Mantan Kepala Dinas Protokol Setdaprov Lampung Sumarju mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo baik melalui program-program yang bersumber dari dana APBD maupun APBN. Program-program pengentasan kemiskinan yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat miskin Kementerian Sosial antara lain Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Ekonomis Produktif (UEP), Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Pangan Non Tunai (BPNT), dan masih banyak lagi, jelas Sumarju.

Sumarju berharap,kedepannya tentu tingkat angka penurunan kemiskinan kita berharap akan lebih meningkat secara signifikan seiring perkembangan pertumbuhan pembangunan di Provinsi Lampung,tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni saat meninjau KUBE WAWAI yang bergerak di bidang fashion pada (24/5) kemarin di Rajabasa, Bandar Lampung, mengatakan bahwa mengapresiasi program dari Kemensos khususnya yang memiliki daya ungkit tinggi dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan maka Bappeda Provisi Lampung sedang mempersiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yg berada dibawah garis kemiskinan di Provinsi Lampung yang bersinergi dengan program bansos yang diberikan oleh Pemerintah pusat, dalam hal ini Kemensos.

Menurut Elvira pola pemberdayaannya masyarakat miskin akan mengadopsi pola KUBE Kemensos dengan beberapa penyesuaian, disesuaikan dengan kondisi daerah. Dalam pola ini, akan dibentuk kelompok yang semua anggotanya berasal dari Rumah Tangga Miskin (RTM), kemudian diberikan bantuan modal untuk berusaha sesuai dengan potensi SDM anggota, potensi alam serta potensi pasar.

"Dengan sinergi antara program bansos Kemensos & program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini, diharapkan dapat mempercepat penurunan kemiskinan di Provinsi Lampung," pungkasnya.

Hal yang sama Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Dinsos Lampung, Yulya Eva mengatakan bahwa Tim Bappeda Provinsi Lampung akan mengunjungi beberapa KUBE didaerah perkotaan, perdesaan maupun pesisir/pantai. Pola pendekatan pemberdayaan masyarakat miskin sangat dipengaruhi oleh lingkungannya,ujarnya.

Alhamdulillah,KUBE di perkotaan masih terus berjalan,tandasnya.
(her)