INVESTASI
KaKanwil DJP Bengkulu-Lampung Eddy Wahyudi.(her/pin)
22/11/2019 21:37:30
543

Tanamkan Kesadaran Pajak, Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Gelar Pajak Bertutur

Harianlampung.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bengkulu dan Lampung beserta seluruh unit kerja menggelar kegiatan Pajak Bertutur yang juga dilaksanakan serentak di seluruh unit kerja Direktorat Jenderal Pajak, di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Jum’at (22/11).

Program Pajak Bertutur 2019 merupakan bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak, yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini serta menyiapkan generasi emas yang sadar pajak yang telah digaungkan sejak tahun 2017.

Kegiatan tersebut, dalam rangka memperingati Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2019, Pajak Bertutur 2019 mengusung tema “Guru, Baktimu Tiada Tara”. Tema tersebut diambil sebagai tanda terima kasih dan bentuk penghargaan kepada para guru.

Khususnya dalam membantu proses menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik, kegiatan Pajak Bertutur di lingkungan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung dilaksanakan di beberapa sekolah yakni 21 SMA/SMK, 10 SMP, 9 SD serta 1 Perguruan Tinggi yang diikuti oleh 2.481 peserta didik.



Untuk tingkat Kantor Wilayah, Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung mengadakan Gathering dengan pemangku kepentingan pendidikan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, dengan turut mengundang 100 dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) dan pengurus Tax Center di Perguruan Tinggi.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pembentukan Tax Center dengan Universitas Malahayati dan Universitas Mitra Indonesia (UMITRA). Pada kesempatan yang sama, Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung juga memberikan penghargaan kepada lembaga Tax Center yang aktif tahun 2019 dan dosen yang membantu dalam pelaksanaan Inklusi Kesadaran Pajak di Perguruan Tinggi.

Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Eddy Wahyudi mengatakan bahwa, upaya penanaman kesadaran pajak tersebut harus dilakukan bersama-sama dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan para peserta didik yang dimulai dengan menjelaskan manfaat pajak yang telah mereka rasakan.

“Hal tersebut dilakukan agar pada saat mereka telah mempunyai kewajiban membayar pajak, mereka akan dengan sukarela dan menimbulkan rasa bangga karena telah ikut berpartisipasi menyumbang pembangunan negeri seperti penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, sarana umum dan sebagainya. Para pembayar pajak sesungguhnya adalah pahlawan di zaman modern ini,” tandasnya.
(her)