KAWASAN
Gajah waykambas (zim/pin)
07/12/2017 14:27:08
260

Truk Pengangkut Gajah Terguling

Harianlampung.com - Truk pengangkut pemulangan dua gajah latih Way Kambas terguling di jalan lintas barat (jalinbar) ruas Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka. Dua gajah bernama Indra dan Berry terluka.

Usai kecelakaan, kedua gajah diistirahatkan di lapangan Sedayu menunggu truk pengganti sambil mengobati luka yang dialami. Untuk gajah bernama Indra luka lecet pada pangkal belalai, dan paha kaki belakang.

Sedangkan Berry alami lecet agak banyak, hampir di sekucur tubuh. Bahkan informasi didapat, Berry sempat menangis akibat alami musibah itu, bahkan kakinya sempat pincang saat dievakuasi. Berry diberi infus, sebagai upaya pengobatan, ditambah obat lainnya untuk obati luka lecet.

Menurut Kasatlantas AKP Sopyan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, peristiwa itu akibat truk pengangkut gajah blog rem. Lalu pada ruas jalan letter S, truk nopol BE 9293 AC terguling, sehingga truk dan gajah yang diangkutnya terguling. "Truk oleng saat menurun. Lalu truk out control dan akhirnya terguling," katanya.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (5/12) sekitar pukul 19.30 WIB dan evakuasi serta penanganan sementara selesai Rabu (6/12) pukul 4.00 WIB. Keduanya berhasil dipulangkan Rabu (6/12) sore, bersama dua gajah lainnya. Keempat gajah diangkut dengan empat truk, berbeda dari sebelumnya dua ekor satu truk.

Menurut pihak Taman Nasional Way Kambas, kondisi gajah Berry dan Indra secara keseluruhan baik-baik saja. Pihak Way Kambas langsung ke lokasi setelah diberi kabar peristiwa tersebut. "Mereka luka ringan di bagian kulit. Pukul 3.00 WIB dini hari tadi, dokter hewan TNWK, dr. Dedi sudah tiba di Pekon Sedayu untuk mengobati Berry dan Indra," kata Subakir.

Musibah yang dialami Berry dan Indra, bisa dikatakan derita lanjutan. Sebab empat gajah Way Kambas terpaksa dipulangkan karena kondisinya sakit dan keletihan saat dilibatkan dalam penggiringan gajah liar kelompok Talang Bamban. Semula empat ekor gajah tersebut akan dipinjam dua bulan, namun baru dua pekan sudah dipulangkan.

Keputusan pemulangan setelah Pemkab Tanggamus, TNBBS dan WWF rapat bersama. Dasarnya adalah kondisi kesehatan empat gajah latih,daripada mengalami kondisi lebih buruk lagi maka dipulangkan untuk dirawat. Sebab perawatan kesehatan di lapangan terbatas.

Sedangkan upaya penggiringan belum membuahkan hasil maksimal. Sebab menggiring gajah liar Talang Bamban tidak semudah mengatasi konflik satwa gajah selama ini. Para pawang dari Way Kambas mengungkapkan ini adalah penggiringan paling lama, sebab biasanya penggiringan dengan gajah Way Kambas maksimal tiga hari setelahnya selesai.

Lamanya waktu karena gajah Talang Bamban masih enggan masuk hutan TNBBS. Sudah lima kali keluar masuk, yang mestinya penggiringan terus ke dalam hutan TNBBS namun yang terjadi hanya bolak-balik keluar masuk hutan TNBBS. Hal itulah yang buat gajah Way Kambas keletihan ditambah selama penggiringan medan yang dilalui perbukitan.

Saat ini 12 ekor gajah kelompok Talang Bamban bertahan di hutan lindung register 31, tidak jauh dari daerah Talang Bamban. Upaya penggiringan dihentikan sementara karena gajah liar masih agak jauh dari hutan marga dan kawasan pemukiman di beberapa pekon di Kecamatan Semaka.
(zim/iqb)