KAWASAN
Jumpa pers di Polres Tanggamus. (zim/pin)
07/12/2017 14:32:43
734

Seorang Pemerkosa Sadis Ditangkap, 3 Lainnya Masih Buron

Harianlampung.com - Polres Tanggamus berhasil mengungkap kasus pemerkosaan sadis disertai pencurian dan pornografi yang dilakukan empat pemuda terhadap seorang pelajar dan temannya yang terjadi Pantai Pekon Ketapang Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, Minggu (0/12) lalu. Polisi menangkap salah seorang pelaku dan masih memburu 3 tersangka lainnya.

“Tersangka Mulyadi (35) ditangkap Tekab 308 Polres Tanggamus pada hari Selasa tanggal 05 Desember 2017, jam 16.00 Wib, dirumahnya. Untuk saat ini kami berhasil menangkap satu  tersangka dan menetapkan 3 DPO lainnya," terang Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si didampingi Waka Polres Kompol M.Budhi Setyadi, S.Ik. MM, dalam jumpa pers di Polres Tanggamus, Kamis (7/12).

Adapun mereka yang ditetapkan sebagai DPO berinisial RA, RZ dan IY. Keempat pelaku ini dijerat tindak pidana perkosaan atau pencabulan bergilir, pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pornografi.

Kapolres menjelaskan, peristiwa ini terjadi saat korban Su (23) warga Pekon Kelungu Kecamatan Kotaagung, sedang duduk bersama S (18) siswi pelajar di kecamatan Kotaagung, di Pantai Pekon Ketapang Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus pada Minggu (3/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan AKBP Alfis Suhaili, tersangka Mulyadi bersama 3 pelaku lainnya menghampiri kedua korban yang sedang duduk di pinggir pantai dan menodongkan senjata tajam jenis pisau garpu. Para pelaku kemudian  merampas HP Samsung J1 Ace juga sepeda motor Honda Vario warna hitam lis merah milik Korban.

Kemudian keempat tersangka membuka paksa pakaian kedua korban di pinggir pantai dan menyuruh korban untuk melakukan perbuatan zina. Perbuatan tersebut divideokan para tersangka menggunakan HP milik korban yang sebelumnya dirampas dari tangan korban.

“Setelah memvideokan perbuatan zina tersebut, pelaku mengancam korban akan menyebarkan video tersebut apabila korban tidak memberikan uang Rp5 juta kepada para tersangka," jelas AKBP Alfis Suhaili.

Karena korban tidak memiliki uang yang diminta, para tersangka marah dan korban berinisial S, disetubuhi dan dicabuli oleh keempat tersangka secara bergiliran. "Akibat perbuatan para tersangka sehingga korban mengalami gangguan psikologi dan kerugian sebesar Rp. 7,5 juta," tegasnya.

Kapolres menambahkan, tersangka Mulyadi saat ditangkap pun masih melakukan perlawanan kepada petugas. "Saat hendak ditangkap tersangka tidak koperatif dan berusaha melukai petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dibagian kakinya," tegas Alfis.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Polres Tanggamus, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis diantaranya Pasal 365 KUHPidana ayat (1), ayat (2) ke-2, tentang Curas,  Pasal 285 junto pasal 289 KUHPidana tentang Perkosaan/Cabul dan Pasal 29, pasal 32, pasal 35 UURI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal masing-masing pasal 12 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menghimbau masyarakat dalam berekreasi khususnya muda-mudi agar menghindari tempat-tempat yang sepi. "Kami menghimbau mudi-mudi dalam berekreasasi menghindari ditempat sepi karena menjadikan potensi gangguan seperti tindak pidana tersebut," ujarnya.
(zim/ale)