KAWASAN
Ilustrasi (dok)
14/4/2018 15:24:28
719

Perhelatan Word Surfing League Krui Pro 2018 Menuai Protes

Harianlampung.com - Perhelatan Word Surfing League (WSL) Krui Pro 2018 Men's QS1500 dan Woman QS1000 du Pantai Karangnyimbor Pekon Tanjungsetia Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menuai protes dari para pewarta lokal.

Bagaimana tidak, panitia penyelenggara dinilai sama sekali tidak berkoordinasi dan berkontribusi terhadap media-media lokal yang ada kurang koordinasi, padahal media lokal merupakan media yang sejak jauh hari yang paling sering melakukan promosi-promosi yang masih berkaitan dengan kegiatan dimaksud.

Hal tersebut membuat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesibar, Agustiawan, menyayangkan sikap panitia  dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat. "Kenapa diajang besar kelas dunia WSL ini, panitia sama sekali tidak melibatkan  media lokal baik cetak ataupun media online," kata Agus.

Ditegaskan Agus, media lokal memiliki peran besar dalam upaya memajukan sektor pariwisata khususnya wisata pantai Pesibar. Hal itu sendiri bisa dilihat dari banyaknya media lokal yang sejak lama melakukan dan memuat berita-berita terkait potensi wisata pantai dan ekspose terkait program yang dijalankan Pemkab Pesibar dalam upaya memajukan potensi dimaksud. "Tetapi kok panitia hanya melibatkan media dari pusat saja ketika perhelatan semacam ini digelar. Sebaliknya media lokal justru dicuekin," kata Agus.

"Memang tidak bisa dipungkiri dengan bisa mendatangkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ke kabupaten paling ujungnya Lampung itu merupakan sebuah prestasi tersendiri, apalagi jika dibandingkan dengan kabupaten lain yang jauh lebih dulu lahir. Kendati demikian, jangan sampai kami media lokal sama sekali tidak diperhatikan," tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang warga yang ikut menyaksikan pembukaan kegiatan tersebut, Purwanto, mengatakan bahwa pelaksanaan Krui Pro 2018 WSL Men's QS1500 dan Woman QS1000  tidak lebih baik dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. "Sepertinya pihak panitia penyelenggara asal-asalan saja, sepi dan tidak ada wahnya, layak kegiatan karangtaruna saat 17 Agustusan tidak lebih," jelas dia singkat.
(eva)