KAWASAN
Krui Pro 2018 (eva/pin)
15/4/2018 17:51:06
637

Prihatin, Pemkab Pesibar Kesampingkan Media Lokal

Harianlampung.com - Inisiator pemekaran Kabupaten Pesisir Barat sekaligus tokoh masyarakat setempat Chairulloh AY angkat bicara terkait adanya kabar tentang beberapa satker yang mengesampingkan media lokal di dalam momentum akbar HUT Pesisir Barat ke-V mendatang.

HUT Kabupaten Pesisir Barat yang diketahui jatuh pada tanggal 22 April setiap tahunnya, Pemkab Pesisir Barat secara rutin menggelar berbagai event, mulai dari parade budaya yang dimotori oleh Dinas Pariwisata serta beragam perlombaan yang dimotori oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

Di beragam kesempatan Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal selalu mengajak peran serta media untuk mengekspose kegiatan Pemkab serta pembangunan yang ada di Negeri Para Saibatin dan Ulama tersebut.

"Media harus tampil bersama pemerintah, tentu secara profesional saling sinergi mengekspose program serta pembangunan agar kabupaten kita lebih dikenal lagi di dunia," sampai Bupati di setiap kesempatan.

Cerita berbalik yang tersaji diperingatan HUT Pesibar ke V,  terutama yang dirasakan PWI perwakilan Pesisir Barat. "Secara resmi kita tidak ada undangan ataupun Mou dari panitia HUT dan satker terkait, ini merupakan problem kita anggap, satket terkait harus ada kebijakan terhadap peranan wartawan. Saya atas nama PWI pesibar tidak menyalahkan rekan-rekan wartawan jika ekspose terkait kegiatan HUT Pesibar sangat minim, itu kelalaian (mereka)," ucap ketua PWI Pesibar Agustiawan.

Hal senada diungkapkan Chairulloh AY salah seorang tokoh masyarakat Pesibar, menurutnya panitia HUT ataupun satker terkait semisal Dispar dan Dispora harus merangkul media.

"Dispar dan Dispora harus merangkul media, itu tidak bisa ditawar. Momentum HUT Pesibar ini bersifat sakral, oleh karenanya segala bentuk kegiatan atau event-event yang membawa nama baik Kabupaten Pesibar harus diekspose ke dunia luar, tak menutup kemungkinan karena media lah kabupaten kita bisa go-Internasional," Kata Chairulloh melalui sambungan ponselnya.

Saat disinggung terkait minimnya anggaran, karena Pemkab Pesibar sedang membangun komplek perkantoran, Chairul menganggap alasan anggaran tidaklah tepat.  

"Oke-oke saja minimnya anggaran adalah salah satu kendala, tetapi demi kemajuan daerah kita para satker harus mampu bertindak bijak, ambil kebijakan lah, jadi orang jangan kaku, apalagi ini untuk kemajuan daerah jangan sungkan merangkul media," tegas Chairul. 
(eva)