KAWASAN
Ruang komputer SMA N 1 Pesisir Tengah (eva/pin)
13/9/2018 14:48:03
577

SMA N 1 Pesisir Tengah Siapkan 100 Unit Komputer Untuk Menunjang KBM

Harianlampung.com - Miliki tiga ruang Laboratorium Komputer guna menunjang kegiatan belajar mengajar, SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat,  terus berupaya meningkatkan pelayanan pendidikan kepada seluruh siswa-siswi yang mencapai 1000 pelajar.

Disampaikan Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah,  Putrawan Jaya Ningrat bahwa pada Tahun 2018, pihaknya sudah mengupayakan sebanyak 100 unit komputer yang digunakan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar disekolah yang merupakan barometer pendidikan tingkat SMA sederajat di Pesisir Barat tersebut.

" 100 unit komputer yang diposisikan di tiga ruang laboratorium tersebut,  sebagian diperoleh dari bantuan Direktorat pendidikan,  Pemerintah Pusat Tahun 2018 ini, " papar Putrawan saat ditemui HarianLampung. Com diruangannya, Kamis (13/9).

" Membicarakan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) maka kita akan berangkat dari pengertian teknologi, informasi, komunikasi, teknologi informasi dan teknologi komunikasi itu sendiri " ungkapnya saat disinggung terkait pentingnya komputer didunia pendidikan.



Teknologi merupakan hasil karya kreasi dan inovasi manusia untuk mempermudah berbagai proses dan kegiatan dalam kehidupannya. Penerapan keilmuan untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang merupakan teknologi.

"Jadi, Teknologi dapat diartikan sebagai suatu aplikasi dari ilmu dan rekayasa untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia, atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek," Jelas Putrawan salah tokoh Saibatin dari Sebelas Saibatin yang ada di Pesisir Barat tersebut,  ia yang merupakan pimpinan dari Saibatin Marga Waynapal.

Pihaknya yang baru satu tahun memimpin SMAN 1 Pesisir Tengah tersebut terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya dari TIK saja,  melainkan dari segala bidang meski memiliki tantangan yang besar,  namun hal tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan pelayanan pendidikan khususnya bagi 1000 siswa-siswinya yang terbagi menjadi 33 kelompok belajar.

" Salah satu impian besar saya yakni menerapkan sistem jaringan melalui ponsel atau android yang akan berhubungan langsung antara siswa dengan guru,  bahkan bisa dipantau langsung oleh orang tua murid. Namun proses itu masih panjang dan saya berharap bisa terwujud dalam waktu dekat ini,  meski anggaran yang harus disiapkan lumayan," harapnya. 
(eva)