KAWASAN
Peninjauan pembangunan komplek perkantoran bupati (eva/pin)
11/10/2018 15:25:09
598

Bupati Pesibar Bersama Instansi Terkait Tinjau Pembangunan Komplek Perkantoran Bupati

Harianlampung.com - Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jalaludin, dan perwakilan PT. Nindya Karya, meninjau pembangunan komplek perkantoran Bupati, Kamis (11/10).

Dilapangan terlihat Bupati meninjau dibeberapa titik dan konstruksi bangunan yang kini masih terus dikebut itu.

Dalam wawancaranya Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa keterlambatan dalam pengerjaan pembangunan komplek perkantoran Bupati tersebut, dikarenakan faktor alam yang diluar prediksi. "Faktor alam yang cukup menghambat dan itu tidak bisa kita lawan," ungkapnya.

Kendati begitu, Agus tetap menargetkan bahwa proyek multiyears itu selesai 100 persen pada 2019 mendatang. "Tahun depan sudah selesai pembangunannya dan sudah bisa digunakan," sambungnya.

Agus meminta agar DPUPR segera melakukan tahapan-tahapan untuk pembangunan masjid agung, yang nantinya akan dibangun ditengah-tengah komplek tersebut. "DPUPR segera menyusun perencanaannya dan persiapan lainnya untuk pembangunan masjid agung," tambah Bupati.

Agus juga memproyeksikan kedepannya komplek perkantoran Bupati dan DPRD nantinya, tidak hanya menjadi pusat pemerintahan bagi eksekutif dan legislatif. "Komplek perkantoran Bupati dan DPRD harus bisa menjadi ikon pariwisata. Dengan begitu masyarakat bisa ikut menikmatinya sebagai lokasi pariwisata," pungkasnya.



Sementara itu, perwakilan PT. Nindya Karya, Budi, ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa saat ini realisasi pengerjaan konstruksi bangunan kantor Bupati baru mencapai hingga 65 persen. "Kami sangat optimis mampu menyelesaikan kontrak kami hingga 100 persen hingga batas waktunya yakni akhir Desember tahun ini," kata Budi.

Menurut Budi, kendala terbesar yang cukup menghambat proses pengerjaan dimaksud yakni kondisi lahan yang tanah keras yang nyaris sama dengan batu. "Itu kendala besarnya dan memang cukup menyita waktu. Akan tetapi kendala tersebut bertahap bisa kami atasi, dengan dukungan tenaga kerja sebanyak 90 orang kami yakin kontrak kami bisa selesai maksimal," tandasnya.
(eva)