KAWASAN
AE. Wardhana Kasuma (eva/pin)
07/11/2018 11:43:15
686

Jalinbar Putus, Wakil Ketua II DPRD Pesibar Sarankan Pemindahan Jalan Alternatif

Harianlampung.com - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), AE. Wardhana Kasuma, menyarankan Pemkab Pesibar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pemindahan jalan alternatif terkait putusnya Jalan Lintas Barat (Jalinbar) KM 20 Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan.

Demikian dikatakan Wardhana, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (7/10), bahwa pihaknya membenarkan jika Pemkab Pesibar tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan terhadap jalan putus Mandirisejati, mengingat jalan tersebut berstatus jalan negara.

"Artinya anggarannya harus dari pusat atau melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan tidak bisa melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," ungkap pemilik nama lengkap Ahmad Ezeues Wardhana Kasuma Karai Handak, tersebut.

Kendati begitu, menurut Wardhana, Pemkab Pesibar harus segera mencari alternatif lain. Salah satunya yakni pembangunan jalan dan jembatan baru yang menghubungkan Pekon Balaikencana Kecamatan Krui Selatan dengan Pekon Tulungbamban Kecamatan Pesisir Selatan.

"Solusi tersebut bisa ditangani melalui APBD, dan ketika Jalinbar tepatnya dititik yang kini hampir setiap hari putus itu mengalami lumpuh, masyarakat masih bisa mengakses alternatif lain," terang Wardhana.

Dia menuturkan dengan adanya jalan alternatif tersebut dan ketika jalan putus, tidak banyak kerugian yang dialami masyarakat. "Minimal perputaran ekonomi masyarakat tidak lumpuh, hal penting lainnya para pelajar masih bisa pergi bersekolah," lanjutnya.

"Sebaliknya kalau hanya menunggu selesainya pembangunan jembatan permanen dilokasi jalan putus tersebut, ketika hujan deras mengguyur dan memutuskan jalan, akibatnya lalulintas putus, perputaran ekonomi lumpuh, dan banyak pelajar yang tidak bisa bersekolah," timpalnya.

Sementara berkaitan dengan ancaman banjir, seperti yang kini tengah dialami masyarakat Pekon Mandirisejati, Wardhana juga menyarankan agar dilakukannya penyodetan untuk diluruskan dititik temu antara Sungai Waymahnai balak dan Sungai Waymahnai lunik yang selanjutnya dibangun beronjong.

"Karena selama ini banjir yang acapkali melanda pemukiman masyarakat itu disebabkan meluapnya air, persisnya dititik temu Sungai Waymahnai balak dengan Sungai Waymahnai lunik dengan debit air yang besar akibar guyuran hujan deras," tambah Wardhana.

Masih kata Wardhana, pendapat alternatif tersebut sudah sering disampaikannya baik dalam rapat komisi atau hearing dengan OPD terkait. "Ini harus segera ditindaklanjuti, karena kondisinya mendesak dan itu yang bisa dilakukan Pemkab Pesibar," tukasnya.
(eva)