KAWASAN
Korban penganiayaan TOF saat di RS.(her/pin)
07/3/2019 16:01:06
695

Bambang Astoni and Patner Siap Kawal Kasus Penganiayaan TOF Usia Dibawah Umur

Harianlampung.com - Dilematis,bagi keluarga miskin dan tidak mampu,yang merupakan korban penganiayaan secara berutal anak dibawah umur TOF(16) anak kandung berinisial R(45) asal Pekon Bakhu Kecamatan Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat korban penganiayaan dan saat ini sedikit bernapas lega karena pihak keluarga TOF telah didampingi oleh penasihat hukum Bambang Astoni S.H dan Hendrik Kurniawan S.H D

dari kantor Hukum Bambang Astoni and Fatner yang siap membantu dalam membela hak hak hukum TOF dalam menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya, Rabu (6/3).

Bambang Astoni dan Hendrik Kurniawan selaku penasihat hukum TOF berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 6 Maret 2019 siap membantu dan membela hak hak hukum TOF atas dasar hati nurani mengingat keluarga TOF secara ekonomi tergolong Keluarga tidak mampu yang hanya menggarap kebun milik orang lain serta rasa kemanusiaan karena perlakuan yg dialami TOF benar-benar sudah sangat tidak manusiawi serta keterlaluan, pihak keluarga pun telah melaporkan hal tersebut ke kepolisian sektor sekincau dengan laporan polisi no: LP/B-83/III/2019/Polda Lampung/Rersort Lampung Barat/Sektor Sekincau tertanggal 6 maret 2019.

Penasihat Hukum TOF mengatakan, kami selaku penasihat hukum akan mengawal tindak lanjut dari laporan polisi tersebut karena informasi yg telah kami terima (IS) telah melaporkan TOF di Polsek Sekincau dengan dugaan tindak pidana pencurian dan laporan (IS) tersebut telah diperoses oleh pihak Kepolisian sektor Sekincau dan kami juga berharap laporan polisi dari pihak keluarga klien kami dapat segera diperoses sehingga proses hukum dan hak hak hukum atas diri klien kami dapat berjalan secara berimbang,terang dia.

Menurutnya, yang terahir tentunya kami akan melaporkan tindakan yang dialami oleh klien kami ini kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Lampung dengan harapan agar LPAI dapat membantu Togar untuk mendapatkan hak hak nya mengingat klien kami tersebut saat ini sedang duduk di bangku sekolah kelas X di SMAN 1 Belalau, karena menurut kami apapun alasannya dan bagaimanapun kesalahannya main hakim sendiri serta menganiaya sampai keterlaluan dan berutal seperti yang dialami klien kami ini tidak dibenarkan dalam aturan hukum serta melanggar hak asasi manusia apalagi ini dilakukan terhadap anak dibawah umur, jelasnya.

"Kami juga akan segera mendesak pihak Kepolisian agar segera mengusut perkara penganiayaan ini dan menangkap para pelaku, mengingat perkara ini masuk dalam katagori tindak pidana berat,"tegas  Hendrik

Keluarga TOF masih menunggu perhatian dan bantuan pemerintah, baik pemerintah Kabupaten Lampung Barat, dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengingat TOF harus segera menjalankan oprasi dibagian kepala,tandasnya.

"Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintan untuk biaya pengobatan anak kami karna harus segera menjalankan oprasi untuk pemulihan kondisinya, sedangkan untuk makan saja kami kekurangan,"harap Ayah TOF.(
(her)