KAWASAN
Kunjungan Bupati Agus Istiqlal di Pekon Pengekahan.(her/pin)
11/4/2019 13:07:36
582

Bupati Agus Istiqlal Sambangi Derah Sulit Terjangkau di Pekon Pengekahan Bengkunat

Harianlampung.com - Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal didampingi pejabat tinggi pratama, administrator, dan pengawas dilingkungan Pemkab Pesibar, Sai Batin Marga Belimbing, Suntan Panji Negara, A. Zulqoini Syarief, Kapolsek Bengkunat, Iptu. Ono Karyono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat (Lambar), menyambangi salah satu pemangku paling sulit dijangkau dan paling ujung di Pekon Wayharu Kecamatan Bangkunat, yakni Pemangku Pengekahan, Rabu (10/4).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten paling ujungnya Provinsi Lampung itu, dalam rangka kunjungan kerja (kunker) yang merupakan kali perdananya dilaksanakan di Pemangku Pengekahan sejak pasangan Bupati-Wakil Bupati, Agus Istiqlal-Erlina menjabat Bupati dan Wakil Bupati.

Rombongan Bupati berangkat melalui jalur laut menggunakan kapal speedboat, dan perahu masyarakat nelayan dari Pelabuhan Nusantara Pekon Kota Jawa Kecamatan setempat, dan mendarat dibibir pantai Pemangku Pengekahan.



Perjalanan tersebut memakan waktu selama tiga jam menggunakan perahu nelayan dengan biaya jasa perahu sebesar Rp. 2.500.000 perperahu pulang pergi (PP) sehingga rombongan menghabiskan waktu enam jam dalam perjalanan, sedangkan kapal speedboat hanya satu jam tiga puluh menit perjalanan.

Kunker Bupati dan jajaran yang berlangsung  dihalaman sekolah SMP Satu Atap (Satap) I Belimbing dan SDN 2 Wayharu tersebut mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, hal itu sangat terlihat dari antusias yang menyambut kedatangan rombongan.

Kedatangan Bupati bersama jajarannya tersebut, merupakan hal yang sudah diidambakan masyarakat setempat sejak lama.

"Rasa rindu kami dengan Bupati terobati sudah, selama ini kami hanya kenal nama saja dan hari ini wajahnya bisa kami lihat secara langsung, kami masyarakat bangga," ucap tokoh masyarakat Pengekahan, Mat Yani, saat menyampaikan sambutannya.

Mat Yani mengatakan, banyak masyarakat setempat mencontohkan jika Pengekahan merupakan Indonesia mini. Betapa tidak, diwilayah tersebut semua suku di Indonesia hampir keseluruhan ada di Pengekahan.

"Meski demikian, di Pengekahan ini dari suku manapun wajib menjunjung tinggi suku dan adat Lampung, dalam acara apapun itu," kata dia.

Menururnya, kendati kami (masyarakat pengekahan) terisolir, akan tetapi kami tetap tahu program unggulan Bupati Pesibar, anak-anak untuk dididik menjadi penghafal Alquran dan selaras dengan slogan Pesibar yaitu Bumi Para Sai Batin dan Ulama.

Di Pengekahan itu sudah kami terapkan dan Alhamdulillah mulai menunjukkan hasil yang positif demi masa depan akhlak anak anak, tambah dia.

Lebih jauh Mat Yani memaparkan keinginan besar masyarakat setempat.

Menurutnya, selama puluhan tahun berlangsungnya kehidupan bermasyarakat di Pengekahan yang memiliki 156 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa mencapai 1.112 jiwa itu tanpa didukung oleh ketersediaan infrastruktur jalan dan energi listrik.

"Untuk itu tiada lain yang kami harapkan selain bersedianya Pemkab Pesibar melalui tangan dingin seorang Bupati santun dan bijaksana, agar dapat memperjuangkan masyarakat pengekahan untuk membangun jalan dan memasukkan jaringan listrik PLN dari Pekon Wayharu menuju empat pemangku di Pengekahan yaitu Pemangku Pengekahan, Sukamaju, Waybinjai, dan Waytiti Jati," harap Mat Yani mewakili masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Mat Yani juga menyampaikan harapan agar didukungnya pemekaran wilayah Pemangku Pengekahan menjadi Pekon Pengekahan, yang selama ini masih menjadi bagian dari Pekon Wayharu.

Sementara itu Bupati, Agus Istiqlal, dalam sambutannya langsung menjawab harapan-harapan besar masyarakat Pengekahan.

Menurut Agus Istiqlal, dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS).

"Pemkab Pesibar akan berupaya melakukan kesepakatan dengan TNBBS agar Pemkab Pesibar bisa diberi izin meminjam lahan 20 hingga 30 tahun kedepan. Gunanya, lahan tersebut akan dibangun jalan dari Wayharu menuju pengekahan," tegasnya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat.

"Pemkab Pesibar juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), untuk meminta dukungan agar pembukaan jalan itu menjadi lebih mudah," kata Agus Istiqlal.

Terkait energi listrik PLN, Agus juga memaparkan bahwa saat ini Pemkab Pesibar bersama PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung, tengah gencar-gencarnya berupaya memasukan jaringan listrik Wayheni-Wayharu.

"Kini Pemkab Pesibar dan PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung tengah menunggu waktu yang tepat yaitu jalan kering untuk mobilisasi tiang listrik menuju Wayharu.

"Sekitar 2.600 sambungan PLN segera masuk ke Wayharu, dan setelah jalan tembus Wayharu-Pengekahan akan langsung diikuti jaringan listrik PLN juga," lanjutnya.

Karena itu, Agus meminta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), segera membuat kajian terkait upaya menembuskan jaringan listrik Wayharu-Pengekahan.

Sementara terkait pemekaran Pengekahan menjadi Pekon Pengekahan saat ini tinggal bagaimana dari legislatif setempat.

"Pemkab Pesibar memang sangat mendukung. Tinggal apakah DPRD Pesibar mau membahas terkait pemekaran pekon atau tidak," terangnya.

Agus juga memerintahkan jajarannya, agar kedepannya bisa mengagendakan kegiatan-kegiatan resmi di Pengekahan.

"Saya minta bulan depan kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bisa dilangsungkan di Pengekahan, tahun ini kita juga bisa melangsungkan halal bihalal di Pengekahan," tandasnya.

"Kepada masyarakat Pengekahan yang memiliki banyak suku, jaga keharmonisan bermasyarakat, keamanan, dan persatuan kita yang sudah kokoh. Karena kedepan saya bercita-cita Pengekahan menjadi wilayah Agrowisata," pungkas Agus Istiqlal.
(eva/her)