KAWASAN
Pembahasan penerbangan Wings Air.(eva/pin)
24/5/2019 16:27:30
683

Bupati Agus Istiqlal Ajak Tiga Kepala Daerah Optimalkan Penerbangan Wings Air

Harianlampung.com - Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal, dalam waktu dekat dijadwalkan akan bertemu dengan tiga Kepala daerah tetangga seperti Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Rencana pertemuan tersebut, untuk membahas ihwal upaya memaksimalkan aktivitas penerbangan pesawat Wings Air jenis ATR-72-500/600 di Bandara Muhammad Taufik Kiemas.

"Saya akan berkoordinasi dengan tiga Bupati Kabupaten tetangga Pesibar, yaitu Bupati Lambar, Bupati Kaur, dan Bupati OKUS. Tujuannya Pemkab Pesibar akan mengajak tiga daerah tersebut untuk bekerjasama dalam mengoptimalkan penerbangan Wings Air," ungkap Agus Istiqlal, disela-sela paparannya dalam rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diruang OR Bupati, Kamis (23/5).

Menurut Agus, langkah tersebut dirasa cukup tepat dalam memudahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di tiga kabupaten dimaksud untuk melakukan Dinas Luar (DL).

"Dilihat dari sisi jarak tempuh, melaksanakan DL menggunakan pesawat jauh lebih efisien. Dari Krui menuju Bandarlampung hanya membutuhkan waktu 30 menit," lanjutnya.

Karenanya, Agus berharap agar rencana yang telah disusun tersebut bisa terlaksana dan menghasilkan kesepakatan yang sesuai dengan harapan.

 "Mudah-mudahan para Kepala daerah dimaksud memberikan respon positif. Sehingga upaya keras Pemkab Pesibar untuk memaksimalkan Bandara M. Taufik Kiemas terwujud," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Henri Dunan, menambahkan bahwa secara teknis Bandara Taufik Kiemas tidak ada lagi kendala.

"Semua teknis yang diharuskan sudah memenuhi syarat mulai dari panjang dan lebar landasan pacu, pagar bandara, hingga kendaraan Penyelamat Kecelakaan Pesawat Pemadam Kebakaran (PKP-PK)," jelasnya.

Namun secara administrasi Bandara M. Taufik Kiemas masih belum memiliki Three Letter Code yang pada prinsipnya dikeluarkan langsung oleh International Air Transport Association (IATA) yang berkedudukan di Kanada.

"Saat ini pengajuan tiga huruf yang mewakili nama kota atau bandara itu sudah dilakukan dan masih menunggu jawaban resmi dari IATA," terang Henri.

Administrasi lainnya yakni izin rute penerbangan. Menurut Henri, untuk izin rute penerbangan, Direktur Angkutan Udara sudah meminta rekomendasi untuk menerbitkan izin rute kepada Direktur Bandar Udara yang berisi rekomendasi teknis berkaitan dengan kemampuan dan fasilitas bandara, serta kategori PKP-PK.

"Sedangkan permintaan tersebut sudah dikeluarkan berupa surat sertifikasi pelayanan PKP-PK fasilitas dimaksud sudah ada di Bandara M. Taufik Kiemas, hanya saja Direktur Angkutan Udara mengharapkan ada rekomendasi tertulis dari Direktur Bandar Udara, untuk keluarnya izin rute penerbangan," papar Henri menuturkan.

"Artinya secara keseluruhan dari sisi administrasi sudah diajukan ke pihak yang memiliki wewenang dan kini masih menunggu hasilnya," imbuh dia.

Masih kata Henri, untuk slot waktu penerbangan pada dasarnya sudah disetujui dilakukan pada, Sabtu (25/5) lusa.

Namun dikarenakan izin rute penerbangan belum keluar, sehingga jadwal penerbangan perdana itu kemungkinan akan diundur pada, Rabu (29/5).

"Dan kalaupun izin rute penerbangan itu belum keluar sesuai waktu yang diharapkan maka Pemkab Pesibar akan tetap menunggu. Dengan demikian kedepan pesawat Wings Air bisa terbang di bandara peningkatan dari perintis menjadi komersial ini benar-benar terwujud sesuai dengan aturan dan standarnya," jelas Henri.

Sekedar diketahui, fasilitas pelayanan lain untuk check-in penumpang yang akan dilakukan secara online sudah terpasang dan siap digunakan.

"Sedangkan persiapan kantor untuk tiketing sudah disiapkan oleh Dishub, persisnya berada di Jalur 2 Jalan Fatmawati Soekarno menuju bandara Taufik Kiemas," tandas Henri.
(zim/her)