KAWASAN
Bupati Pesibar Agus Istiqlal.(eva/pin)
01/7/2019 19:08:25
729

Dinkes Pesibar Berikan Bantuan Jamban ke Masyarakat di 20 Pekon

Harianlampung.com - Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), menyiapkan bantuan jamban untuk masyarakat di 20 Pekon di Kabupaten setempat yang menjadi sasaran program penyedia air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Kabid Kesehatan Masyarakat Suswandi,  mendampingi Plt. Kadiskes Pesibar Tedi Zadmiko, mengatakan bahwa melalui program Pamsimas tahun ini, pihaknya bertugas memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penting menjaga lingkungan terutama dalam mengurangi aktivitas buang air besar sembarangan.

` Dalam kegiatan dilapangan, kita tidak hanya memberikan sosialisasi, pemahaman dan pembinaan ke masyarakat dalam mengurangi kegiatan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, melainkan memberikan bantuan langsung berupa jamban,” kata dia.

Dijelaskannya bahwa, pemberian bantuan jamban tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membangun toilet, sehingga tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan, karena akan berdampak pada kebersihan lingkungan.



` Pemberian bantuan itu kita lakukan untuk mengajak masyarakat dalam membuat toilet dirumah masing-masing, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang BAB sembarangan,’ jelasnya.

Menurutnya, jumlah jamban yang telah di siapkan sebanyak 740 buah, masing-masing Pekon yang menjadi sasaran Program Pamsimas tahun ini menerima jamban sebanyak 37 buah dan penyalurannya diakukan secara merata.

` Kita mengusulkan masing-masing Pekon menerima bantuan sebanyak 50 buah jamban, namun yang disetujui hanya 37 buah jamban, jadi hanya sejumlah itu yang kita salurkan,” terangnya.

Menurutnya, melalui program Pamsimas yang baru dilaksanakan pada tahun ini, ditargetkan 20 Pekon yang menjadi sasaran program tersebut terbebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), artinya tidak ada lagi masyarakat yang BAB sembarangan.

` Kita menargetkan di 20 Pekon itu tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembrangan, sehingga lingkungan masyarakat bisa lebih bersih dan masyarakat tidak mudah terserang penyakit,” tandasnya.
(eva/her)