KAWASAN
Polsek Bengkunat Amankan Pelaku.(eva/pin)
08/7/2019 05:53:31
593

Polsek Bengkunat Amankan Pelaku Pemburu Satwa Dilindungi

Harianlampung.com - Polsek Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat berhasil mengamankan satu dari empat pelaku pemburu satwa yang dilindungi jenis Napu (Tragulus Napu) di Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) pada Sabtu (6/7) Pukul 03.00 WIB.

Penangkapan terhadap pelaku berinisal AA (23) warga Pekon Way Tias Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat, berawal dari laporan LP/  210 / X / 2017 / Pld Lpg /Res Lbr / Sek Kunat, Tgl 04 Oktober 2017 atas nama Ketut Sudiantara anak dari Ketut Mastra (35) yang merupakan karyawan SGA (Security Group Artha) yang bekerja di wilayah TWNC.

Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono menjelaskan  bahwa pada Selasa tgl 19 September 2017 sekira jam 08.00 pelapor dan saksi melaksanakan patroli di wilayah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) dalam melaksanakan patroli tersebut saksi menginap dihutan, kemudian pada tanggal 22 september 2017 sekira jam 08.00 WIB pelapor bersama saksi melanjutkan perjalanan menuju dusun Siring Batu pekon Way Tias Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat, ditengah perjalanan pelapor melihat ada tebasan batang tepusan yang masih baru, kemudian pelapor memerintahkan saksi untuk mencari sampai dimana jalur tebasan tesebut,  setelah dilakukan penelusuran disungai Way kejadian ditemukan ada bekas bakar gelagah di pinggir sungai.



Tidak lama dari itu pelapor melihat 3 (tiga) pelaku berada dilokasi kemudian pelapor menyuruh saksi untuk jongkok dan diam, dan 3 orang tersebut mendekati pelapor dan saksi, setelah berjarak 10 meter 3 pelaku (AA, A dan U) tersebut melihat pelapor kemudian menodongkan senjata kearah pelapor, tetapi pelaku tersebut sadar bawah bukan binatang kemudian pelaku mengangkat senjata,  dan pada saat akan di dekati, para pelaku berlari meninggalkan Pelapor.

Saksi kemudian dikejar tetapi tidak terkejar,  dan pelaku meninggalkan 1 pucuk senjata locok, 1 pucuk senapan angin,  dan tas yang berisi amunisi serta perlengkapan untuk senjata locok dan 1 buah Handphone merk MITO warna biru type A82.

Kemudian pelapor mengamankan barang bukti dan melakukan observasi dilokasi dan 200 meter kemudian ditemukan jeratan untuk satwa  yang sudah dipasang oleh pelaku,  dan kemudian dicopot dan dibawa untuk diamankan oleh pelapor,  tidak jauh dari lokasi tempat jeratan, kurang lebih 300 meter ditemukan Base camp atau tenda dan barang barang milik pelaku,  ditenda tersebut ditemukan hewan hasil buruan pelaku yg sudah dalam keadaan terpanggang (diasap) serta didapat kulitnya yang di duga Bibatang Napu serta barang barang milik pelaku,  kemudian barang barang tersebut diamankan untuk dijadikan barang bukti.

"TKP di TNBBS wilayah TWNC Sungai Way Kejadian Dusun Siring Batu pekon Way Tias. Saat ini satu dari empat pelaku berhasil diamankan,  sedangkan, tiga diantaranya yakni D (25) dan U (27) keduanya merupakan warga Pekon Bandar dalam kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir barat serta A (24) warga Pekon Way Tias Kecamatan Bangkunat Kab. Pesisir Barat, ketiganya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), " jelas Ono.

Setelah mendapatkan informasi dan Laporan tersebut kemudian polsek bengkunat melakukan penyelidikan dengan cara membuka HP yg ditinggal oleh pelaku,  dan didalam HP tersebut terdapat foto para pelaku sedang memegang senjata jenis locok dan senapan angin dan terdapat video para pelaku sedang memangang Napu dan memakannya.

Kemudian dilakukan penyelidikan lanjutan dan mendapatkan informasi bahwa salah satu pelaku An. AA sedang berada di kebun milik nya yg berada di dusun Siring Batu pekon Way Tias Kec Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat,  setelah mendapatkan informasi tersebut Anggota Polsek Bengkunat langsung menuju lokasi untk melakukan penangkapan terhadap pelaku giat penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bengkunat, Iptu Ono Karyono,  dan sekira jam 03.00 Wib pelaku berhasil ditangkap dan diamankan dipolsek bengkunat guna mintai keterangan. Setelah pelaku AA berhasil di tangkap dirinya mengakui bahwa  melakukan perburuan Bintang jenis Napu tersebut dilakukan sudah sebanyak dua Kali.

Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Kasus Tindak Pidana "Setiap Orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, Memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup" dan "barang siapa tanpa hak menguasai, membawa, menyimpan,  mempergunakan,  senjata api, amunisi atau suatu bahan peledak" sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI no.  05 Thun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No.12 tahun 1951.

Pelaku melakukan tindak pidana tersebut dengan cara menguasai, membawa kemudian mempergunakan senjata jenis locok dan senapan Angin untuk melukai dan membunuh satwa yang dilindungi jenis Napu (Tragulus Napu) di wilayah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC)  dengan cara menembak satwa yang dilindungi jenis Napu (Tragulus Napu), kemudian napuh tersebut di sembelih kemudian dipangang dan dimakan hati dan jeroannya,  sedangkan daging dipanggang (diasap) untuk di makan.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni dua ekor binatang yang diduga Napuh dalam keadaan terpanggang berikut kulitnya.

Bukti lain, 1 pucuk senjata locok,1 pucuk senapan angin,1 buah HP Mito warna biru Type A82 yang terdapat Video dan Gambar giat perburuan Pelaku,1 buah seling jerat, 1 lembar kulit namun yang sudah terbakar,1 tas yang berisi 2 botol Mesiu, proyektil berupa potongan 3 besi behel dan 2 Timah, 1 plastik serabut kelapa yang diduga amunisi untukk senjata locok dan barang-barang milik pelaku yang tertinggal di TKP.
(eva/her)