BANDARLAMPUNG
Ilustrasi (pin)
28/12/2017 21:21:02
844

IKP Lampung Terendah Kedua Nasional

Harianlampung.com - Sekretaris AJI Bandarlampung Wandi Barboy Silaban, mengatakan tingginya kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Lampung, berdampak terhadap merosotnya Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) di Lampung.

Walhasil, di penghujung tahun 2017, dunia pers di Lampung memperoleh rapor merah. Tercatat, tahun ini indeks kemerdekaan pers di Bumi Ruwa Jurai terendah kedua secara nasional. 

Maraknya kekerasan terhadap wartawan, kata Wandi menyumbang catatan buruk kepada IKP Lampung. “IKP Lampung hanya 62,36, menurun jika dibandingkan tahun lalu 67,99,” katanya

Data yang dihimpun AJI, tahun ini terjadi lima kasus kekerasan dengan pelaku dari personel polisi, anggota DPRD, dan warga. Tiga kasus kekerasan melibatkan aparat kepolisian. Tidak ada sanski tegas terhadap pelaku. Hanya satu pelaku yang dicopot jabatannya dan dimutasi.

Ia menambahkan beberapa kasus kekerasan dipicu karena ketidakprofesional jurnalis dalam bekerja dan melupakan kode etik jurnalistik. Karena tidak profesional, narasumber pun kecewa dan melakukan kekerasan terhadap wartawan, baik kekerasan verbal maupun fisik.

IKP Lampung menjadi yang terendah setelah Sumatera Utara yang mendapat nilai 57,63.

AJI juga menyoroti, ketergantungan media di Lampung dengan iklan pemerintah daerah. Akibatnya Pemda dengan mudah mengatur kebijakan redaksi. Dampak lain adalah independensi dan sikap krtisi media terhadap kebijakan pemerintah semakin pudar. 

Menyikapinya, AJI Bandar Lampung bersama LBH Pers Lampung menggelar diskusi akhir tahun terkait indeks kemerdekaan pers di Lampung. Diskusi akan digelar di Sekretariat AJI Bandar Lampung, Jalan Prof Agus Salim, Tanjungkarang Pusat, Jumat (29/12), pukul 13.30. 
(rls/iqb)