BANDARLAMPUNG
Resmen Kadafi (rls/pin)
25/1/2018 15:24:39
767

Staf Ahli Wali Kota Minta Yusuf Kohar Jaga Situasi Kondusif

Harianlampung.com - Staf Ahli Wali Kota Bandarlampung, Resmen Kadafi meminta kepada Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar untuk menjaga kondusifitas di Pemkot Bandarlampung.

Diketahui, Yusuf akan naik menjabat sebagai Plt.Wali Kota, seiring dengan Herman HN yang akan memasuki cuti pilgub 2018 pada Februari mendatang.

Momen tersebut, kata Resmen harus menjadi kesempatan untuk melanjutkan program pemerintah yang sudah dirumuskan dalam penyusunan APBD 2018 setahun sebelumnya.

"Jadi bukannya untuk merombak atau merevisi jalannya pemerintahan. Baik dari segi jajaran maupun program," katanya

Resmen, menilai rencana Yusuf yang akan membatalkan keberangkatan 500 jemaah umrah, tak bijak. Tanpa alasan yang jelas, langkah tersebut bisa berujung blunder bagi Pemkot Bandarlampung.

"Dari segi keuangan sudah direncanakan. Anggaran sudah tersedia, saya berharap pak Yusuf berhenti buat kegaduhan di media sosial karena semua yang berkaitan dengan akomodasi dan persyaratan juga sudah dilengkapi.  Kalau mendadak dibatalkan, apa namanya Yusuf Kohar, Wakil Wali kota menghalang-halangi rakyat orang untuk beribadah?," katanya

Sebelumnya, Wakil wali kota Bandarlampung mengkritik kinerja Pemerintah Kota Bandarlampung di media sosial berkaitan dengan gaji guru honorer dan insentif RT yang belum dibayarkan.

Dalam status facebook tertanggal 23 Januari itu, Dirinya menyampaikan agar pemkot sebaiknya memperioritaskan pembayaran gaji guru dibandingkan pemberangkatan umroh.

“Saya sebagai Wakil Wali Kota Bandarlampung telah menyarankan kepada badan yang menangani keberangkatan umroh untuk menunda pelaksanaannya di bulan Januari atau Februari 2018," katanya

Yusuf beralasan Pemda Kota Bandarlampung belum ada uang atau masih defisit. Ia juga menyarankan  dana yang ada sebaiknya dibayarkan dulu untuk biaya yang lebih penting seperti insentif guru honor, billing dan insentif operasional puskesmas, dan lain-lain yang sifatnya mendesak.
(rls/Iqb)