LAMPUNG BARAT
Ilustrasi. (pin/ist)
12/10/2017 09:39:02
96

Lambar Dorong Penggunaan Kontrasepsi Pria

Harianlampung.com - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PKBPP-PA) Lampung Barat (Lambar) mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) bagi pasangan usia subur.

“Hal ini, guna menekan angka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Kami mendorong agar pasangan subur dapat menggunakan alat kontrasepsi. Sejauh ini Lambar cukup baik dalam penggunaan alat kontrasepsi, sayang hal itu hanya dilakukan dalam jangka pendek,” katanya

Data yang dihimpun angka pemakaian alat kontrasepsi mencapai 72,8 persen dengan mayoritas alat kontrasepsi jangka pendek. Pil KB dan suntik masih menjadi andalan pemakaian alat kontrasepsi pasangan usia subur.

Sebaliknya, Dinas PKBPP-PA tengah gencar mendorong sosialisasi KB bagi kaum laki-laki. Sebab, sejauh ini hanya perempuan yang melakukan KB. Hal ini, masih kurang efektif. Pasalnya, metode KB yang digunakan kaum hawa hanya KB jangka waktu pendek.

"Masih kita sosialisasikan terus menerus untuk MKJB, khususnya untuk kaum adam. Di Lambar baru kaum hawa yang melakukan KB itupun jangka pendek," ujarnya.

Selain itu, lanjut Daman, pihaknya juga terus mengembangkan program pusat yakni Kampung Keluarga Berencana (KB). Dimana, penempatan program ini diharapkan mengembangkan daerah yang sebelumya terpencil dan kurang akan akses prasarana pendidikan, kesehatan maupun infrastuktur jalan. Sebab, program kampung KB melibatkan semua intansi.

"Dalam kampung KB bukan kita saja yang berperan. Tujuan dari kampung KB memenuhi segala kebutuhan dari bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang sebelumnya susah dijangkau oleh kampung itu," ujarnya

Dikatakan Daman, di tahun 2016 pihaknya menetapkan Pekon (desa) Mekarsari, Kecamatan Pargardewa sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Sedangkan untuk tahun 2017 pihaknya kembali menetapkan 14 kampung KB baru di 14 kecamatan. Dengan demikian, kini disetiap kecamatan telah ada 1 kampung KB. Namun pencapaian tersebut belum sepenuhnya, sebab pihaknya masih menargetkan ada penambahan untuk penetapan kampung KB di tahun 2018.

"Target ditahun 2018 sudah terbentuk 20 kampung KB. Agar masyarakat yang sebelumya susah mendapatkan fasilitas ikut terbantu dengan program ini," ujarnya.
(rls/iqb)