LAMPUNG BARAT
Rute Menuju Wayharu (eva/pin)
28/10/2017 19:26:00
89

Rute Menuju Wayharu Butuh Perhatian Lebih

Harianlampung.com - Tantangan dijalur ekstrem pada akses menuju wilayah Wayharu Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar),  seakan tidak pernah habis, terlebih ketika musim penghujan yang saat ini masih melanda wilayah paling ujungnya Lampung itu.

Hal tersebut terlihat jelas ketika rombongan Bupati, Agus Istiqlal,  yang didampingi para pejabatnya hendak masuk menuju Wayharu untuk melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan Pemkab Pesibar di wilayah yang memiliki banyak potensi hasil bumi itu, Jumat (27/10).

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan Bupati mengawali perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat double cabin di atas jalan licin dan becek dengan kubangan yang cukup dalam.

Tak ayal, selama dalam perjalanan menggunakan R4, upaya saling tolong acapkali jadi pemandangan khusus karena salah satu kendaraan terjerembab dalam kubangan lumpur yang cukup dalam dan sasis mobil yang mentok pada tanah, sehingga membuat roda mobil menggantung dan memutar tanpa pijakan yang keras.

Tentu saja mandi lumpur tak dapat dihindarkan oleh para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mengawal perjalanan tersebut dan petugas lainnya. Petugas berkali-kali nampak harus harus memasang tambang di bawah bumper mobil. Perjalanan sempat tersendat karena rombongan mobil yang masuk dalam kubangan,  harditarik oleh mobil yang didepannya.

Setidaknya tidak kurang dari 5 KM kendaraan mobil masuk melalui badan jalan yang licin dan becek tersebut, sebelum akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan motor.

Bukan berarti perjalanan jadi lebih ringan dan santai. Selama perjalanan motor, sering kali penumpang harus diturunkan dan berjalan kaki, karena motor ojek yang melintas dijalan yang sudah berbentuk rel khusus roda motor yang cukup dalam tersangkut. Tidak hanya itu, seringkali juga motor harus terhenti karena mesinnya mengalami kerusakan

Rombongan juga beberapa kali menyeberangi sungai. Ketika bertemu dengan sungai yang tidak terlalu dalam, motor nekat menyeberangi sungai. Jika apes motor malah mati total karena kemasukan air.

Para pengendara ada yang saling membantu menunggang motornya untuk diseberangkan melintasi sungai, ada juga yang menyeberang menggunakan rakit dan perahu sebagai jasa penyeberangan motor dan orang. Masing-masing kendaraan yang menggunakan perahu atau rakit dikenakan biaya Rp5 ribu untuk sekali penyeberangan.

Setelah menempuh perjalanan berjam-jam lamanya, rombongan baru tiba di Pekon Wayharu sekitar Pukul 13.00 WIB, dan langsung melaksanakan kegiatan rakor dikediaman peratin setempat. Sekitar Pukul 16.00 WIB, rombongan kembali bertolak keluar dari Wayharu, dengan kembali menggunakan motor ojek. Sekitar Pukul 19.00 WIB, rombongan baru tiba di Pekon Sumberrejo dan kembali rumah masing-masing.

(eva/iqb)