LAMPUNG SELATAN
Bupati Lampung Selatan Zainudin. (pin/ist)
23/10/2017 15:40:07
333

NU Lampung Sayangkan Sambutan Zainudin Hasan

Harianlampung.com - Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017 di Lampung Selatan tercedera. Pasalnya, Bupati Zainuddin Hasan dalam memberikan sambutan didepan ulama dan santri, diduga telah memberikan pernyataannya yang mengandung unsur provokatif, memecah belah, dan melecehkan Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Ketua NU Lampung KH Soleh Bajuri menyayangkan sambutan Zainuddin Hasan. Menurut dia, Said Aqil Siradj merupakan simbol jutaan warga NU se Indonesia yang harus diapresiasi.

“Kalau yang terjadi di Lamsel tidak bisa seperti itu, bupati sebagai pemangku kebijakan seharusnya tidak bicara seperti itu.Itu namanya sudah melecehkan apalagi yang disebut adalah ada ketum (ketua umum). Ketum adalah simbolnya warga NU yang berjumlah 92 juta ini yang harus diapresiasi,” kata Soleh Bajuri saat ditemui di Kantor PWNU Lampung, Senin (23/10) siang.

Menurutnya, konten pidato adik kandung Zulkifli Hasan sudah dibahas di kalangan internal pimpinan NU se-Indonesia terutama di kalangan pengurus pusat.

“Kami akan lakukan tabayun terlebih dahulu di ortonom NU, nanti akan kami bahas langkah apa yang akan kami ambil. Karena soal ini sudah samai isu nasional,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris NU Lampung Aryanto Munawar menjelaskan ditetapkannya Hari Santri Nasional berkat partisipasi santri dalam perjuangan kemerdekaan, dan penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berkat perjuangan KH.Prof.Dr. Said Aqil Siradj.

“Kalau video itu benar, berarti dia bupati bodoh, ahistoris, dan sangat naïf,” ucap dia.

Aryanto memastikan jika pimpinan NU yang terdiri dari ulama dan kiyai tidak akan melakukan hal-hal yang konstruktif, tapi NU bukan sekedar pengurus : ada badan otonom, ada lembaga, dan banyak warga NU.

“Yang saya khawatirkan adalah anak muda NU, makanya kalau toh NU kemudian harus rapat dan kumpul bukan persoalan dengan bupatinya. Kami harus bekerja keras mendinginkan ana-anak kami, ini yang lebih bahaya, apalagi di Lampung. Itu yang saya khawatirkan adalah kemarahan warga NU, khususnya anak-anak muda,” tegasnya.

Sementara itu, melalui rilis yang dikirimkan kepada harianlampung.com, Front Muda Nahdliyin menuntut Bupati meminta maaf terkait pernyataan saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10) kemarin.

Pasalnya menurut mereka pernyataan tersebut telah menghina Ketua Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.

Koordinator Front Muda Nahdliyin, Een Riansah mengutarakan, Pernyataan Zainuddin Hasan Bupati Lampung Selatan yang menghina Ketua PBNU Said Aqil Siradj terjadi di Lapangan Cipta Karya Lampung Selatan sangat melukai perasaan warga Nahdliyin se- provinsi Lampung.

Pernyataan yang ditunjukan adik dari Ketua MPR RI memalukan dan sangat tidak layak disampaikan oleh seorang kepala daerah. Karenanya sambutan itu mengandung unsur penghinaan dan cenderung provokatif.

“Hari Santri Nasional adalah sebuah penghargaan Negara atas dedikasi santri yang telah ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas dia, Senin (23/10).

Zainudin Hasan dinilai telah gagal dalam memimpin kabupaten Lampung Selatan. Karena ketidakmampuan dalam mengayomi dan membimbing keberagaman umat beragama.

“Ini adalah bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap warga Nahdliyyin secara keseluruhan,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya menyatakan beberapa sikap untuk Bupati Lamsel, Zainudin Hasan terkait pernyataan yang dianggap telah melecehkan seluruh warga NU. Pertama, pihaknya mengutuk keras pernyataan Bupati Lampung selatan dalam sambutan di acara Hari santri di lapangan cipta karya Lampung Selatan.

Kedua, Menuntut Bupati Lampung Selatan untuk meminta maaf, secara lisan dan tulisan, kepada seluruh warga NU se-Indonesia dalam waktu 1 X 24 jam terhitung dari sekarang.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga NU Lampung, untuk segera merapat dan melakukan aksi secara bergelombang di Lampung Selatan sampai Bupati Lamsel mencabut dan meminta maaf terkait pernyataannya,”tegasnya.
(fik/iqb)