LAMPUNG TENGAH
Mustafa dan Ustadz Maulana. (rls/iqb)
17/10/2017 10:58:00
117

Mustafa dan Ustadz Maulana Beri Pencerahan Santri

Harianlampung.com - Sebagai salah satu bagian unsur pemuda, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak terlepas dari peran para santri saat ini. Dengan bekal spirit dan ilmu agama yang matang, santri diharapkan mampu memberikan peran yang lebih dalam membangun daerah.  

Pesan ini disampaikan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa saat menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional di Kampung Lempuyang Bandar Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah, Minggu,

Acara tersebut mendatangkan ulama kondang Ustadz Nur Maulana.

Berbicara santri, lanjut Mustafa, masyarakat akan diingatkan dengan peran dan kontribusi pesantren untuk bangsa ini di masa kemerdekaan.  Sejarah tidak akan memungkiri besarnya kontribusi serta peran Kyai dan santri santrinya dalam berjuang dan membangun bangsa.



“Spirit inilah yang saya minta jangan sampai luntur. Tunjukan bahwa santri juga bisa berkontribusi membangun daerah. Jika nilai religius ke-Islaman berpadu dengan semangat nasionalisme, saya percaya Lampung Tengah bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Pembangunan karakter pemuda yang bernilai agamis juga terus dilakukan bupati ronda ini. Mulai dari Perda wajib baca Al-quran bagi calon-calon pelajar yang ingin masuk SD-SMA, peningkatan insentif guru ngaji hingga 5 kali lipat, dan perhatian terhadap pondok pesantren.

Pemkab juga telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur serta bantuan hibah untuk sarana peribadatan, mengadakan kegiatan rutin berupa sholawatan, pembinaan dan pelatihan lembaga keagamaan, sema’an Al-Quran serta dzikir taubatan nasuha.

Ia juga mengajak santri berperan menjadi alat pemersatu bangsa. Moment Hari Santri Nasional, kata dia, harus dijadikan semangat untuk mempertebal rasa cinta tanah air. “Kita buktikan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Bukan hanya untuk kaum muslim saja, namun juga bagi seluruh elemen bangsa Indonesia,” pungkasnya.



Sementara itu Ustadz Maulana dalam tausyahnya menjelaskan tentang tiga panggilan Allah SWT yang wajib dipenuhi manusia, yakni panggilan sholat, panggilan haji dan panggilan kematian. Sayangnya masih banyak umat muslim yang kerap mengabaikan ketiga panggilan tersebut.

“Sebagai umat muslim, kita harus mampu memenuhi panggilan tersebut. Shalatlah ketika panggilan Allah berkumandang lewat azan. Allah juga memanggil kita untuk datang ke rumahnya di masjidil haram untuk menunaikan ibadah haji. Penuhi keduanya sebelum Allah memanggil kita lewat kematian,” ujar ustad Maulana yang terkenal dengan tagline ‘Jama’aaah’ nya tersebut.  

Tausyiah dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Maulana dan Bupati Lampung Tengah. Doa dilantunkan untuk kemajuan kabupaten Lampung Tengah dan harapan lahirnya santri-santri berkualitas yang mampu membangun daerah. Tak hanya para santri, acara yang berlangsung di kediaman Kakam Lempuyang Bandar Jauhari Subing ini juga dihadiri ribuan masyarakat setempat.



 
(rls/iqb)