LAMPUNG TIMUR
Evi Darwati. (tom/pin)
03/7/2017 20:01:45
151

Kepala Dinas Kesehatan Lamtim Ditahan

Harianlampung.com - Setelah tujuh jam menjalani pemeriksaan, Senin (3/7), Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur Evi Darwati ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung.

Mengenakan baju tahanan berwarna biru, Evi Darwati dibawa dari Ruang Subdit III Dit Krimsus Polda Lampung menuju RS Bhayangkara menggunakan mobil Inova milik anggota subdit III dan dikawal tiga polisi. Setelah menjalani pemeriksaan, kondisi kesehatan Evi mengalami penurunan.

Kapolda Lampung Irjen Sujarno Mengatakan, tersangka ditetapkan sebagai tersangka dan pada saat ini juga akan dilakukan penahanan.

”Doktor E ini sebelumnya sudah dilakukan pemanggilan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pada panggilan kedua dia datang dan dilakukan pemeriksaan intensif. E ditahan mulai hari ini selama dua puluh hari ke depan,” katanya di kantor Dit Krimsus Polda lampung.

Terpisah, Resmen Kadafi --kuasa hukum Evi Darwati-- mengatakan, pada saat pemeriksaan kliennya diajukan 35 pertanyaan mengenai tugas wewenang dari kliennya.

“Salah satunya pertanyaan soal anggaran honor. Karena, setiap anggarankan kepala dinas dan staf-staf ini ada honor yang memang dianggarkan baik itu dari provinsi maupun daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, terkait surat perintah resmi penahanan terhadap kliennya dirinya juga telah mengajukan surat permohonan penangguhan penahannan.

“Karna ibu Evi ini masih dibutuhkan di Lampung Timur, semua kegiatan tidak bisa berjalan yang berkaitan dengan anggaran dan gaji. Maka, kita berharap pak Dirkrimsus bisa memberikan penangguhan atau pengalihan jenis tahanan menjadi tahanan kota,” ucapnya.

Sebelumnya, Evi Darmawati mendatangi Mapolda Lampung sekitar pukul 11.00 WIB memakai kerudung dan baju hijau. Didampingi penasehat hukumnya, Evi menuju kantor Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Lampung dan kemudian diperiksa di ruang subdit III Krimsus Polda Lampung.

Sekitar pukul 12.00 WIB Evi terlihat menuju masjid untuk menunaikan solat Dzuhur. Seusai menunaikan solat, Evi enggan untuk dimintai keterangan oleh wartawan terkait perkara yang menimpahnya. "Silakan ke pengacara saya," kata Evi Darwati ditemui saat makan di kantin Polda Lampung, Senin(3/7).

Sementara Resmen Kadafi mengatakan, kedatangan kliennya untuk menghormati panggilan penyidik. Namun, pemanggilan ini sebagai praduga tak bersalah.

Menurut Resmen Kadafi, kliannya membantah menerima uang sebesar Rp48 juta dari stafnya Rere. "Kadis tidak menerima uang, bingkisan atau segala itu," katanya.

Kadafi menambahkan, meminta penyidik agar membuka tabir pada kasus yang menimpah kliennya tersebut. "Harus dibuka, siapa yang bawa duit, dan sumber duit," singkatnya.

Sebelumnya, Direktoran Kriminal Khusu Polda Lampung menetapkan Evi Darwati Kepala Dinkes Lamtim beserta Rere, staf Dinkes Lamtim sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan dana proyek Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dinkes Lamtim.

"Kami sudah menetapkan E (Evi Darwati) sebagai tersangka terkait kasus penyimpangan dana proyek JKN di wilayah Lamtim," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Rudi Setiawan, di Lampangan Saburai Enggal, Senin (19/6).

Terkait peranan tersangka, Rudi mengutarakan, kedua tersangka memiliki peranan yang sama. Keduanya diduga meminta jatah uang kepada 34 puskesmas di Lampung Timur yang masing-masing mendapat alokasi JKN sebesar Rp1 miliar. Uang diminta secara sukarela maupun paksa kepada jajaran masing-masing puskesmas di Lampung Timur.

"Apakah uang akan dialirkan ke mana oleh kedua tersangka, yang jelas keduanya dinilai diduga melanggar Pasal 12 ayat E Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," pungkasnya.
(tom/mfn)