LAMPUNG UTARA
Nyaris terjadi kerusuhan di Bungamayang. (ish/pin)
24/9/2017 21:20:58
140

Dua Pemuda Duel, Nyaris Picu Kerusuhan di Bungamayang

Harianlampung.com - Tewasnya Suhaili yang diduga kalah duel dengan Junaidi, nyaris menyulut kerusuhan di daerah Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Minggu (24/9) siang.

Kedua pemuda itu berkelahi di perkebunan tebu Kali Merah Desa Mulyorejo Kecamatan Bungamayang. Lampung Utara (Lampura). Dari duel tersebut Suhaili ditemukan tewas dengan beberapa luka bacokan dan dalam kondisi usus terburai.

Belakangan diketahui, Suahili berduel dengan Junaidi, warga Desa Pakuon kecamatan Muarasungkai. Informasi ini diperoleh dari para saksi, Khotib bin Kasim (38) warga desa Sukadana Ilir kecamatan Bungamayang dan Angga Saputra bin Ali Usman warga Desa Mulyorejo Kecamatan Bungamayang. Perkelahian Suhaili dan Junaidi itu terjadi pada Minggu siang (24/9) sekitar pukul 14:30 WIB.

Menurut Khotib dan Angga, mereka melihat percekcokan  antara Suhaili dan Junaidi.

“Sebelumnya mereka terlibat percekcokan, Pak. Saya dengar mereka akan berkelahi di perkebunan tebu Kalimerah,” ungkap mereka yang seraya mengatakan korban Suhaili dengan terduga pelaku Junaidi pergi menuju tempat kejadian perkara (TKP)

Tak lama berselang mereka (para saksi) menuju TKP untuk mererai perkelahian. Akan tetapi sesampainya di lokasi didapati Suhaili sudah tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka  sabetan senjata tajam. ” Pas sampe lokasi, Suhaili sudah tergeletak tak bernyawa,” terang Angga dan Khotib.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui motif percekcokan keduanya yang merenggut nyawa korban Suhaili. Akibat peristiwa tersebut, rumah terduga pelaku Junaidi telah dibakar oleh keluarga  korban.

Sementara itu hasil pantauan awak media, satu unit Resmob, satu unit Intel, 1 regu Walet, dan 1 pelton Dalmas Polrest Lampura dan Polsek sudah mengamankan TKP guna menghindari konflik lebih meluas.

Kasus ini sementara ditangani oleh Polsek Sungkai Selatan. Saat ini, Minggu malam (19:00 WIB) jenazah korban telah dibawa di rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi untuk dilakukan otopsi.
(ish)