LAMPUNG UTARA
Uray Aminin dan Agung Ilmu Mangkunegara di Desa Sabuk Indah. (pin/ist)
27/10/2017 16:50:46
158

PLN Nobatkan Sabuk Indah Menjadi Kampung Pintar

Harianlampung.com - Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN/ Persero) menasbihkan Desa Sabuk Indah Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara, menjadi Kampung Pintar. Penobatan ini diberikan karena saat ini seluruh warga Desa Sabuk Indah telah menggunakan meteran listrik prabayar (pulsa token).

Peresmian Kampung Pintar atau kawasan tertib listrik, bebas tunggakan dan 100% listrik prabayar ini dilakukan bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, 27 Oktober.

Kampung Pintar Listrik Desa Sabuk Indah langsung diresmikan oleh Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dan Manager PT. PLN (Persero) Cabang Kotabumi, Uray Aminin, Jumat (27/10).

Menurut Uray, Desa Sabuk Indah merupakan desa percontohan kawasan tertib listrik, bebas tunggakan dan 100% listrik prabayar. "Desa Sabuk Indah menjadi yang pertama kali menjadi Kampung Pintar, di seluruh area kerja kita," tegas Uray.

Ia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai sarana untuk mendorong peningkatan pelayanan jajarannya terhadap masyarakat. Sebab, sebelumnya banyak terjadi lonjakan saat membayar tagihan listrik saat memakai pascabayar. Guna meminimalisir kejadian itu, maka didoronglah melalui program listrik prabayar itu.

"Kalau dulu 60% saja warga disini memakai meteran prabayar, namun saat ini Alhamdulillah sudah bebas 100% (prabayar)," kata Uray didampingi Bupati Lampura, Camat Abung Kunang Sukatno, dan Kepala Desa Sabuk Indah Pinandar.

Kendati warga Desa Sabuk Indah telah memakai meteran prabayar, namun PLN belum bisa mengatasi sumber daya listrik rendah yang mengalir di desa tersebut. "Listrik di sini (Sabuk Indah) masih belum normal, saya minta maaf kepada masyarakat kalau di sini masih sering ngedrop terangnya, kita upayakan aliran listrik di sini bisa normal," ungkapnya.

Di tempat Sama, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara mengatakan, dengan adanya listrik pintar ini masyarakat diajak untuk lebih pintar menyiasati pemakaian tegangan listrik. Sehingga dapat lebih hemat dan bisa mengatur pengeluarannya.

"Kalau dulu kan sistem tembak saat masyarakat membayar, dengan begini masyarakat dapat mengatur pengeluarannya. Namun demikian, jangan sampai lupa membayar kewajibannya, jangan sampai haknya saja yang dituntut," ujarnya.
(byu)