MESUJI
Hartopo Sekretaris Komisi C DPRD (ish/pin)
19/10/2017 16:42:20
515

DPRD Minta Dokter Tak Senonoh Diproses Hukum

Harianlampung.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mesuji angkat bicara terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Pancajaya, Mesuji yang diduga memberlakukan pasiennya tak wajar.

Sekretaris Komisi C DPRD Mesuji Hartopo mengatakan, jika benar oknum dokter tersebut berlaku buruk terhadap pasien yang berobat mengunakan kartu BPJS maka harus diproses sesuai perundang undangan yang berlaku.

"Kami selaku angota dewan sangat menyayangkan kelakuan dokter tersebut memperlakukan pasiennya tidak tidak senonoh terhadap pasien, maka kami meminta pihak pihak terkait segera tanggap tentang permasalahan ini. Jangan mentang-mentang pasien mengunakan BPJS diperlakukan seperti itu,"katanya

Sikap tegas itu lanjut Hartopo, agar ke depan tidak ditemukan lagi perlakuan yang sama terhadap pasien lain. Hartopo juga memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

"Jika memang terbukti bersalah maka harus diberi sangsi sesuai aturan, bukan hanya dipindah tempatkan, karena kabar yang saya terima baru baru ini masyarakat sangat khawatir tentang perlakuan dokter di puskesmas tersebut, " tegasnya.

Buruknya pelayanan pasien yang menggunakan kartu BPJS diduga tidak maksimal hal ini dirasakan  oleh Sri Wigati (32) warga Desa Fajar Baru, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji yang sedang melakukan proses persalinan di puskesmas rawat inap yang ada di kecamatan setempat.

Sri pada Jumat (13/10) dihantar suami dan ibunya untuk melakukan proses persalinan di puskesmas tersebut sekitar jam 09:00 wib.

“Saya hendak melakukan proses persalinan, namun hanya dilayani perawat bukan dengan dokter, karena dokter tersebut datangnya sekitar jam 14 : 00 wib,"terang Sri saat ditemui dirumahnya Rabu (18/10).

Disinggung terkait apa saja yang di lakukan, ibu muda itu mengatakan bahwa tiga kali dirinya diperiksa. Pada pemeriksaan terakhir, dokter memukul bagian sensitif seraya berkata dengan tidak sepatutnya.

"Memang dokter itu melakukan pemeriksaan terhadap dirinya yang hendak akan melahirkan. Memang saat itu saya merasa kesakitan hingga menangis tetapi dia (Dokter red) malah memukul bagian sensitif,"jelasnya.

Lebih parahnya lagi, dokter mengatakan saya tau kamu sakit tapi saya lebih sakit. Kamu ini udah enak udah gak bayar

Atas kejadian itu Miswanto, suami pasien merasa tidak enak hati hingga ke esokan harinya berniat melaporkan kejadian ini ke pihak kepala desa namun menurutya telah tiga kali ia berusaha menemui kepala desa tetapi tidak pernah dijumpainya hingga dia berinisiatif melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Mesuji.

"Tiga kali saya nyari pak kades tapi gak pernah ketemu, maka saya beranikan diri melapor ke polres, alhamdulillah laporan saya diterima dan mereka berjanji akan menindak lanjuti, " terang Miswanto

Masih kata Miswanto bahwa kemarahan dokter tersebut terhadap istrinya lantaran ia menduga bahwa dokter tersebut mengetahui istri Miswanto menggunakan kartu BPJS.

"Saya telah melapor pristiwa ini di Polres Mesuji dengan bukti tanda terima dari pihak Polres Mesuji dengan nomor : LP/3/X/2017/Polda Lampung/Resort Mesuji/SPKT yang di tandatangi oleh Aipta Yan Yan F Ka SPKT,"singkatnya.

Terpisah kasat reskrim Polres Mesuji saat dihubungi terkait laporan tersebut mengatakan bahwa benar ada salah satu warga yang melapor.

"Memang benar ada warga yang melapor, dan kami selaku Polri akan bertindak secara profesional serta proporsional, dimana dalam perkara ini diperlulan pendalaman, apakah penanganan dokter tersebut sudah sesuai prosedur atau tidak, biarkan kami melakukan penyelidikan dulu, " terang Akp Zainul Fachri.

Sementara Dokter Hendra yang juga selaku Kepal Puskesmas Panca Jaya, hingga berita ini diturunkan tidak dapat dikonfirmasi.
(ish/iqb)