METRO
BNN. (pin/ist)
20/7/2017 13:06:46
233

Kota Metro Zona Merah Darurat Narkoba

Harianlampung.com - Maraknya peredaran dan tingginya jumlah pertambahan korban penyalahgunaan narkoba, membuat Kota Metro masuk zona merah darurat narkoba.

Tercacat satu tahun terakhir ini Polres Metro mengungkap dan meringkus puluhan tersangka penyalahgunaan narkotika dari berbagai jenis.

Kepala BNN Kota Metro, Saut Siahaan, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, banyak faktor penyebab tingginya peredaran narkoba di Kota Metro. Salah satunya pergaulan lingkungan, salah memilih teman, dan faktor frustasi.

Selain itu, jaringan peredaran narkoba saat ini sudah merabah semua unsur lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Saat ini pihaknya gencar memotong arus peredaran narkoba melalui pembeli dan pengguna. Diwujudkannya dalam sosialisasi pencegahan dini, razia dan pendekatan secara persuasif dengan orang terdekat lalu dilakukanya rehabilitasi,” ungkapnya, Rabu. (19/7).

Tim pemberantas BBN Provinsi, kata Saut,  Mei 2017 lalu telah melakukan pemetaan di daerah Kecamatan Metro Barat bersama BNN Kota Metro, di Mulyojati.

Hasil pemetaan dikirimkan ke BNN Provinsi Lampung. BNNP pun langsung mengadakan kegiatan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua tersangka penyahgunaan narkoba.

“BNN Kota Metro saat ini belum memiliki kasi pemberantas. Kami hanya support pemetaan hasilnya di follow up ke BNN Provinsi," katanya.

Dari gambaran itu, dia menyimpulkan, Kota Metro masuk wilayah zona merah darurat narkoba. Untuk itu butuh peran aktif dari semua pihak untuk bersama-sama memberantasnya
(can/mfn)