PESAWARAN
Titi Wulandari saat melaporkan. (ran/pin)
05/10/2017 15:12:41
131

Nikahi Suami Orang, ASN Dinkes Dilaporkan Ke Inspektorat

Harianlampung.com - Titi Wulandari (39) warga desa Taman Sari Kecamatan Gedongtataan, melaporkan  Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Pesawaran yang bernama Martini (25), ke Inspektorat Kabupaten Pesawaran, Kamis pagi (5/9). Martini dilaporkan karena secara diam-diam telah menikahi suami sah Titi Wulandari.

"Saya istri sah dari Feri Darmawan, pagi ini telah melaporkan saudari Martini yang secara diam-diam menikahi suami saya, pernikahan mereka sudah berjalan selama 2 tahun ini" kata Titi Wulandari.

Dirinya mengetahui pernikahan tersebut dari Martini sendiri lewat short massage short (SMS) ditujukan ke handphone genggam Titi Wulandari  dengan perkataan yang kurang wajar.

"Dia (martini-red) sendiri yang kasih tau saya tentang pernikahan tersebut, bahkan dia kerap mengeluarkan kata kata tidak pantas kepada saya," cetusnya.

Menurutnya, dia melaporkan Martini karena sudah merasakan sakit yang teramat sangat, sebagai seorang istri yang sah dari suaminya tersebut, Martini juga kerap mengunggah foto dia bersama Feri  Darmawan ke akun media sosial (medsos).

"istri mana sih pak yang tidak sakit melihat foto suaminya dengan wanita lain, bahkan saya sampai ganti nomor ponsel karena malas sering dihubungi Martini," tambahnya.

Titi berharap pihak terkait (Inspektorat)  segera memproses laporannya tersebut karena menurutnya sebagai seorang ASN pernikahan dan perceraian telah diatur dalam undang undang, kata dia.

"Saya berharap Martini bisa mendapatkan hukuman atau sanksi atas pelanggaran yang dia buat sebagai seorang PNS , saya memperjuangkan hak saya sebagai istri sah dan hak anak anak saya yang terganggu atas perbuatan Martini," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Pesawaran Aseva membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Titi Wulan dari dan berjanji akan menindak lanjuti sesuai dengan peraturan undang undang yang berlaku.

"Kami akan selidiki permasalahan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan nanti kami akan memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan. Jika terbukti melanggar, terlapor harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sebagai seorang ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Pesawaran," tuturnya.

Dengan adanya laporan ini Aseva mengungkapkan akan segera melakukan penyelidikan tersebut.

"Sekarang masih banyak kasus yang harus di selidiki inspektorat, tapi secepatnya akan kita tindak lanjuti," pungkasnya.

Diketahui, sesuai Peraturan Pemerintah (PP)  45 tahun 1990 dalam pasal 4 butir kedua menyatakan Pegawai Negri Sipil (PNS) wanita tidak di izinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat. PP 45 tahun 1990 tentang perubahan atas PP 10 tahun 1983, tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS.
(ran/her)