PESAWARAN
Ilustrasi (pin/ist)
19/10/2017 15:02:02
170

DD Desa Pekondoh Gedung Diduga Diselewengkan

Harianlampung.com - Kepala Desa Pekondoh Gedung Kecamatan Waylima, Pesawaran Zayadi diduga menyelewengkan dana desa tahun anggaran 2016 yang merugikan negara sebanyak Rp 300 juta.

Dugaan tersebut meliputi pengadaan kebutuhan kantor desa dan pembangunan infrastruktur desa di beberapa sektor.

Info yang dihimpun, banyak terdapat proyek pengadaan kebutuhan kantor desa yang tidak dilaksanakan oleh kepala desa. Termasuk kegiatan pembangunan fasilitas desa baik jalan paving maupun gorong gorong tidak sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) TA 2016.

"Banyak sekali dugaan pelanggarannya bang, kalau dicek pengadaan baju, printer, meja aparatur desa yang di anggarkan di APBDES itu tidak dibelikan oleh kepala desa, belum lagi di sektor pembangunan" ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Ditambahkannya, untuk meja aparatur desa yang dianggarkan TA 2016 sebanyak Rp 7.250.000,-  bahkan tidak dibelikan sama sekali, seragam aparatur desa yang dianggarkan Rp. 3 juta tidak dibelikan.

"Yang di tunjukkan kepala desa tersebut adalah meja TA 2015, sedangkan yang di 2016 tidak dibelikan. Sedangkan untuk seragam, batik dibelikan dan seragam aparatur desa untuk 6 orang tidak dibelikan," tuturnya.

Disektor pembangunan, pantauan Bandarlampungnews di Desa Pekondoh Gedung menemukan bahwa pembangunan drainase tidak sesuai. Drainase yang dibagun hanya berupa talut. Hal tersebut diperkuat pernyataan salah satu kepala tukang yang menyebutkan bahwa dirinya hanya di suruh pak kades buat talut dengan bayaran Rp.25ribu per meter.

"Ya kami cuma dibayar permeter 25 ribu, itu harga buat talut karena sudah ada talut disebelahnya kita tinggal nambah satu talut lagi untuk jadi drainase" ungkapnya Minggu pagi (15/10) melalui hubungan telepon.

Dijelaskannya, dirinya hanya membangun talut sepanjang kurang lebih 200m, sisanya dengan tukang yang lain.

"Yang saya bangun hanya sebagian kurang lebih 200 m berupa talut yang di jadikan drainase melengkapi talut sebelumnya. Tapi saya kan cuma kerja mas, jadi dibayar 25ribu per meter ya sudah saya kerjakan. Kalau masalah proyek saya tidak tau menau," tegasnya.

Begitu pula pembangunan paving blok, data yang ada menyebutkan paving dibangun sepanjang 285m eter namun hanya dibangunkan 153meter.

Kepala Desa Pekondoh Gedung saat dikonfirmasi menampik adanya pelanggaran pada tahun anggaran 2016.

"Semua sudah saya lakukan sesuai prosedur, jika ada uang langsung saya berikan ke bendahara desa disaksikan sekretaris dan langsung dikerjakan. Kalau pembangunan paving memang kita bangun kurang dari apa yang ada di APBDES karena untuk menutupi kekurangan dana di sektor lain," katanya

Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2016 kepala desa pekondoh gedung melakukan pembangunan Siring drainase dengan memakai uang negara sebanyak Rp.380.792.500,- namun disinyalir hanya dibuatkan talut memanfaatkan bangunan talut yang sudah ada sebelumnya.

Pembangunan Paving sepanjang 285 meter memakai anggaran negara melalui dana desa sebanyak Rp.78.176.600,- dan hanya dibangunkan sepanjang 153 meter. Belum ditambah pengadaan peralatan kantor yang fiktif tidak sesuai APBDES berupa seragam perangkat desa, meja perangkat desa dan printer.
(ran/iqb)