PESAWARAN
Ilustrasi (pin/ist)
08/2/2018 16:06:28
1403

Pemotongan 2,5% Zakat Profesi Guru Pesawaran Menuai Keluhan

Harianlampung.com - Sejumlah guru di kabupaten Pesawaran mengeluhkan pemotongan gaji sebanyak 2,5% untuk zakat profesi oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Menurut salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya, dia dan teman teman se profesinya mengaku gaji yang diterimanya berkurang karena di potong zakat profesi sebanyak 2,5%.

"Saya dan teman teman mendapatkan surat edaran yang ditandatangani Sekda Pesawaran mengenai pembayaran zakat. Namun tidak menyangka bahwa tidak dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, tau tau kemarin gajian langsung dipotong," ungkapnya, kamis (8/2).

Dengan dipotongnya gaji tersebut, kata dia, makin menambah beban karena makin berkurangnya penghasilan untuk keluarga.

"Saya keberatan jika kebijakan ini terus dilakukan, dirumah saya ada anak yatim, gaji juga sudah banyak digunakan untuk cicilan Bank. Kemana lagi saya harus cari uang untuk mencukupi kebutuhan," tuturnya.

Terpisah, ketua PGRI Kecamatan Gedongtataan Solicha membenarkan adanya keluhan dari dewan guru terkait pemotongan zakat profesi.

"Memang banyak anggota saya yang mengeluhkan adanya pemotongan tersebut, karena itu saya sedang berkoordinasi dengan PGRI Kabupaten Pesawaran dan Dinas Pendidikan Pesawaran untuk mencari solusi terbaik," tandasnya.

Ditambahkan, pihaknya akan meminta pemegang kebijakan terkait pemotongan untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut.

"Kita minta dikaji lagi lah baik dari sisi kebutuhan anggota maupun dari sisi agama, zakat kan buat yang mampu, anggota saya ini ada yang gajinya min, ini akan menjadi masalah lagi jika tidak dicari jalan keluarnya," imbuhnya.

Lanjut menurutnya, pihaknya telah menerima daftar anggota yang berkeberatan dengan kebijakan ini dan akan membicarakannya dengan pihak terkait.

"Secara pribadi saya tidak keberatan dengan pemotongan zakat profesi, tapi anggota saya banyak yang merasa tidak mampu. Jadi kita akan serap aspirasi anggota agar berimbang baik hak dan kewajiban," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Fauzan Suaidi kepada Bandarlampung News mengatakan, Dia hanya menjalankan perintah undang undang lewat Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

"Dinas Pendidikan hanya menjalankan perintah, kami berikan data kepada Bank lalucBank yang melakukan pemotongan untuk diserahkan ke Baznas," tegasnya.
(ran)