PESISIR BARAT
Pelaku Pembobolan Kantor Dinsos. (eva/pin)
23/10/2017 15:45:28
217

Polisi Bekuk Pembobol Kantor Dinsos Pesibar

Harianlampung.com - Akhirnya, pelaku pembobolan di Kantor Dinas Sosial, Kabupaten Pesisir Barat, beberapa hari lalu, berhasil ditangkap anggota Polsek Pesisir Tengah dan salah satu pelaku masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dua pelaku pencurian di Kantor Dinas Sosial pada Rabu (18/10) sekitar Pukul 02.00 WIB lalu, masuk melalui jendela tanpa teralis dan berhasil menggasak dua unit laptop dan satu unit kamera digital dengan kerugian mencapai Rp.10 juta.

Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol. Fery Anda Eka Putra, mendampingi Kapolres Lampung Barat (Lambar), AKBP. Tri Suhartanto, melalui Kanit Reskrim, Iptu. Ono Karyono, bahwa setelah dilakukan  olah TKP dan penyelidikan beberapa hari lalu, anggota Reskrim yang dipimpin langsung oleh dirinya berhasil mengungkap siapa pelaku pembobolan di kantor Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat tersebut.

Sebelumnya, Polsek Pesisir Tengah menerima laporan dari Idawati  (54) warga Kotabumi Selatan, Unit reskrim, LP/ 472   /X/2017/Pld Lpg/Res Lbr/Sek peteng, Tgl 18 oktober 2017, korban merupakan pegawai di Dinas Sosial Pesisir Barat. Dan pada Senin (23/10) pelaku berhasil ditangkap, namun salah satunya sudah masuk DPO.

" Pelaku yang berhasil ditangkap, atas nama Fitra Aditama (19), warga Tambak Balak, Pekon Gunung Kemala Kecamatan, Way Krui yang tinggal di Pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah. Satu pelaku lagi sudah diketahui identitasnya dan masuk DPO," papar Ono.

Dari keterangan pelaku melalui anggota Reskrim bahwa kedua pelaku  masuk dengan cara merusak jendela depan  kantor menggunakan pisau dapur lalu masuk dan merusak kunci pintu ruangan dinas sosial lalu merusak lemari besi kemudian mengambil satu unit laptop dan kamera digital. Setelah itu keduanya masuk keruang keuangan dan merusak lemari dan mengambil satu unit laptop.

"Selain pelaku, kita juga berhasil mengamankan barang bukti curian yang dimaksud berupa satu unit Laptop merk Asus 455L dan Labtop merk Toshiba warna hitam, serta satu unit kamera digital, merk Canon DSLR EDS1200D type 18Mp CMOS ISO 6400 EDS fullHD," jelas Ono. Untuk pelaku akan dijerat Pasal 363 KHUP dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun.
(eva)