PESISIR BARAT
Pembangunan Dermaga (eva/pin)
23/10/2017 15:49:41
137

Wan Prestasi PT. Permata Maulana Sehati Masuk Blacklist Pemkab Pesibar

Harianlampung.com - Pemkab Pesisir Barat memutus kontrak PT. Permata Maulana Sehati  sebagai kontraktor pembangunan dermaga apung tahun anggaran 2016 di Kecamatan Pulau Pisang.

Penyebabnya, perusahaan tersebut tak kunjung memperbaiki kerusakan pada bangunan dermaga apung. Akibatnya kondisi dermaga tersebut tidak bisa digunakan lagi. Padahal sebelumnya Pemkab Pesibar sudah dilakukan sejumlah peringatan baik lisan maupun tertulis.

Saat ini sebagai upaya penanganan perbaikan dermaga tersebut, Pemkab Pesibar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat kembali menganggarkan dana perbaikan dermaga dari kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2017 sebesar Rp200 juta.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan dermaga apung sejak Januari-Agustus, Ahmad Hafid Asikin, ketika dikonfirmasi, Senin (23/10), mengatakan bahwa pemutusan kontrak terhadap pihak rekanan pelaksana pembangunan dermaga apung Pulaupisang sudah dilakukan sejak 19 Juni lalu.

"Dengan demikian saat proses klaim asuransi selesai dan dana asuransi atas dana masa pemeliharaan sudah dimasuk dalam Kas Daerah, maka secara otomatis perusahaan PT. Permata Maulana Sehati langsung di Black List," ujar Hafid.

Menurut Hafid, pemutusan kontrak tersebut dikarenakan dari beberapa kali teguran dan peringatan yang dilayangkan baik tertulis maupun lisan, pihak rekanan justru sama sekali tidak pernah menggubrisnya. "Hingga masa pemeliharaan habis, pihak rekanan masih juga tidak mengambil tindakan perbaikan yang memang masih tanggungjawab rekanan itu sendiri. Karenanya perusahaan tersebut diputus kontrak," lanjutnya.

Hafid menilai bahwa rusaknya dermaga apung dimaksud, disebabkan kelalaian dari pihak rekanan itu sendiri. Bagaimana tidak, dermaga apung tersebut mulai rusak sejak Februari 2016 lalu dan tidak pernah mendapat penanganan dari pihak pelaksana. "Kerusakannya bertahap dan selama masa pemeliharaan pihak rekanan terkesan tutup mata, sehingga wajar jika kerusakannya terus bertambah parah," tambahnya.

Hafid merincikan, dana pemiliharaan tersebut yang akan masuk ke Kas Daerah sebesar Rp141.605.000 yang merupakan 5 persen dari total dana pembangunan awal sebesar Rp2,75 Miliar lebih. "Namun kembali dianggarkan sebesar Rp200 juta, dikarenakan sebagai antisipasi kebutuhan item lainnya yang masih berkaitan dengan perbaikan dermaga apung nantinya," papar Hafid.

Dia menandaskan pelaksanaan perbaikan dermaga apung yang dianggarkan dari APBD Perubahan Tahun 2017 ini, akan dimulai ketika Daftar Pengguna Anggaran (DPA) APBD Perubahan. "Perbaikannya baru bisa dimulai saat DPA APBD Perubahan sudah selesai disusun," tandasnya.

"Berkaitan dengan sangsi lain terhadap pihak PT. Permata Maulana Sehati, selain pemutusan kontrak sudah bukan kewenangan kami lagi," tukas Hafid.
(eva)