PESISIR BARAT
Jalan lintas barat pesibar. (eva/pin)
24/10/2017 15:30:46
92

Pengalihan Jalinbar di Pesibar, Terkendala Lahan dan Dana

Harianlampung.com - Rencana pengalihan Jalan Lintas Barat (Jalinbar) tepatnya dari Kecamatan Karyapenggawa hingga Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) sebagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas di ibukota kabupaten, hingga kini masih menggantung. Koordinasi dengan pemerintah pusat masih belum ada titik terang. Padahal, gagasan tersebut sudah dibahas sejak 2014.

Kabid. Ekonomi dan Prasarana Wilayah, Ikrom, mendampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Zukri Amin, Selasa (24/10), menjelaskan, hasil koordinasi dengan pemerintah pusat samapi saat ini masih belum membuahkan hasil yang manis. "Terkait rencana pengalihan Jalinbar ke wilayah atas, masih sebatas rencana saja dan nampaknya belum akan terwujud," ujar Ikrom.

Ikrom menyebut, sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan terakhir koordinasi dilakukan dengan Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). “Kalau koordinasi masih terus kami lakukan untuk mengejar pembangunan tersebut, meskipun sampai kini belum terlihat hasilnya," tambah Ikrom.

Ia menambahkan, permasalahan sulitnya rencana tersebut terwujud, dikarenakan terbentur dengan permasalahan anggaran yang diperkirakan membutuhkan biaya yang sangat besar. "Pembangunan jalan dimaksud dengan panjang sekitar 45 kilometer dan lebar 20 meter itu, membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 Triliun," paparnya.

Selain permasalahan anggaran, kendala lainnya yakni pemerintah pusat meminta agar lahan yang akan dibangun jalan dimaksud merupakan lahan hibah ke pemerintah pusat. “Pada dasarnya pemerintah pusat siap untuk mengucurkan anggaran, namun lahannya harus hibah. Dan sampai saat ini Pemkab Pesibar belum mampu menyiapkan lahan dimaksud, karena masih fokus dengan pembangunan gedung komplek perkantoran Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)," pungkasnya.

Ikrom berharap agar ke depan pemerintah pusat ataupun melalui satker terkaitnya bersedia membantu Pemkab Pesibar untuk mewujudkan rencana yang sudah ada sejak tiga tahun silam itu.

“Kami berharap agar koordinasi yang terus dilakukan bisa secepatnya membuahkan hasil positif, tentunya bisa dibangunnya jalan yang difungsikan untuk mengatasi kekhawatiran terjadinya kemacetan di pusat ibukota kabupaten nantinya. Terlebih banyak yang memprediksi bahwa Pesibar dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi kota yang mengalami kemajuan yang sangat pesat," tukasnya.
(eva)