PESISIR BARAT
Tinjauan Kadishub ke Jalinbar
26/10/2017 16:14:57
133

Perbaikan Permanen Jalinbar Jangan Terkendala Anggaran

Harianlampung.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung,  Qudrotul Ikhwan, meninjau lokasi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kilometer 20 tepatnya di Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) yang putus beberapa waktu lalu.

Qodratul meninjau lokasi usai menghadiri kegiatan penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 di Pekon Ulokmukti Kecamatan Ngambur, Kamis (26/10).

Qudrotul mengatakan bahwa penanganan sementara yakni pembangunan jembatan bailey sudah cukup tepat sebagai upaya kembali normalnya jalinbar. Khususnya kendaraan beroda 2 dan beroda 4 dengan batas maksimum beban seberat 10 Ton.

"Untuk penanganan sementaranya, jembatan bailey cukup tepat khusus untuk kendaraan motor dan mobil dengan kapasitas maksimal beban 10 Ton," katanya

Kendati begitu, menurut Qudrotul, untuk pembangunan infrastruktur permanen perlu dilakukan pengkajian terlebih dulu, akan lebih tepat dibangun jembatan permanen atau ditimbun dan dikembalikan ke bentuk awalnya dengan tambahan gorong-gorong sebagai saluran air ketika hujan deras mengguyur.

"Namun tetap saja harus dilakukan pengkajian yang tepat, karena kontur tanah lokasi putusnya jalan adalah pasir laut, sehingga dikhawatirkan akan kembali digerus air jika ditimbun," lanjut mantan Pj. Bupati Pesibar itu.

Selain itu, saat ini proses penganggaran untuk anggaran tahun 2018 sudah selesai tahapannya. Artinya, untuk penanganan permanen tersebut dianggarkan melalui penyusunan yang terencana kecil kemungkinan untuk terwujud.

"Karenanya, satu-satunya cara untuk melakukan penanganan permanennya harus dianggarkan dipenanganan bencana," tambahnya.

Sementara itu, Qudrotul juga mengakui dengan putusnya jalan tersebut yang mengakibatkan arus lalulintas terhadap kendaraan yang membawa beban berat, cukup berdampak terhadap naiknya tarif angkutan dan harga hasil perkebunan dan hasil bumi.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa peran jalinbar ini dalam kelancaran distribusi hasil bumi dan perkebunan sangat besar. Artinya, penanganan permanen jalan ini harus disegerakan," kata Qudrotul.
(eva/iqb)