PESISIR BARAT
Banjir Sungai Way Laay. (eva/pin)
27/11/2017 14:28:22
604

Banjir Bandang Way Laay Rusak Sejumlah Infrastruktur

Harianlampung.com - Akibat banjir besar yang terjadi sepanjang aliran sungai (Way) Laay,  Kecamatan Karyapenggawa,  Kabupaten Pesisir Barat, pada Minggu (26/11) sore mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Salah satunya,  pintu irigasi untuk mengaliri persawahan Lima Pekon,  tertimbun material pasir.

Sehingga pintu masuk aliran irigasi yang berada di Pekon Penengahan,  Kecamatan Karyapenggawa untuk mengairi areal persawahan milik warga dilima pekon sekaligus tersebut tersumbat dan tertimbun material pasir. Areal persawahan yang sangat bergantungan dengan irigasi tersebut sebanyak Lima pekon  yakni Pekon Penengahan,  Penggawa V Ulu,  Laay,  Penggawa V Tengah dan Pekon Menyancang, dengan luas keseluruhan lebih dari 100 Hektare.

Seperti disampaikan anggota DPRD Pesisir Barat,  Heri Gunawan yang juga merupakan warga Pekon Penengahan tersebut bahwa pintu irigasi yang tersumbat tersebut dibangun pada zaman belanda,  dan kokohnya bangunan tidak diragukan,  namun akibat banjir besar Sungai Way Laay tersebut salah satunya mengakibatkan tersumbatnya aliran air ke irigasi untuk areal persawahan dilima pekon yang ada.

" Dipintu Irigasi ini sudah tersumbat material pasir sekitar dua meter sehingga air tersumbat dab tidak masuk kesaluran irigasi,  padahal irigasi ini adalah air kehidupan untuk areal di lima pekon yang ada, " Jelas Heri,  Kepada HarianLampung. Com. Senin (27/11), dilokasi.

Sementara,  Ketua Anggota DPRD Pesisir Barat,  Piddinuri,  yang langsung turun meninjau beberapa titik lokasi terjadi bencana alam akibat banjir besar disepanjang aliran Sungai Way Laay,  termasuk dipintu irigasi yang merupakan bangunan peninggalan sejak zaman belanda tersebut, sangat menyayangkan jika penyumbatan material pasir tersebut tidak segera dibersihakan,  karena ratusan hektare sawah bergantungan dengan air yang dialiri irigasi tersebut.

" Pemkab Pesisir Barat harus segera bertindak,  melakukan penanganan dan pengerukan pintu irigasi yang tersumbat ini,  karena dibeberapa titik areal sawah baru selesai musim tanam sehingga debit air yang masuk harus ada dan normal untuk menghindari tanaman kekurangan air dan terhindar dari hama serta penyakit, "jelas Piddinuri.

Pihaknya mengharapkan Pemkab Pesisir Barat melalui OPD terkait untuk melakukan peninjauan kelokasi dan segera bertindak mengatasi permasalah kerusakan infrastruktur akibat bencana alam.  Sehingga dapatnya tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

"Normalisasi sungai Way Laay dan pengerukan menggunakan alat berat pada pintu masuk irigasi ini merupakan langkah tepat untuk mencegah bencana yang lebih besar terlebih kemungkinan banjir susulan akan sering terjadi mengingat musim penghujan diakhir tahun rutin terjadi, " jelasnya.

Diketahui informasi masyarakat Pekon Penengahan,  banjir besar pada Minggu kemarin, adalah pertama kali terjadi sejak Tahun 2003 lalu,  sepertihalnya yang terjadi beberapa belas tahun lalu infastruktur banyak mengalami kerusakan.  Terjadinya kembali banjir besar tahun ini dengan ketinggian air hampir mencapai pemukiman warga dan tidak sedikit dapur dan rumah bagian belakang yang berada disekitar pinggiran sungai ikut terseret banjir. Karena musibah tersebut tidak sedikit kerugian masyarakat baik material rumah serta infrastruktur negara.
(eva/iqb)