PESISIR BARAT
Banjir bandang Way (sungai) Laay. (eva/pin)
27/11/2017 16:07:41
604

Banjir Bandang, Dua Bronjong Jebol

Harianlampung.com - Banjir bandang yang terjadi di aliran Way (sungai) Laay, Kecamatan Karyapenggawa, Kabupaten Pesisir Barat  pada minggu (26/11) sore berdampak pada amblasnya dua titik beronjonga yang ada di Pekon Penengahan dan Pekon Penggawa V Ulu serta terputusnya jalan penghubung Pekon Laay dengan Pekon Waynukak.

Peratin Pekon Penengahan Yasir Arfat mengatakan, dampak dari banjir badang yang terjadi di Aliran way laay berdampak pada rusaknya beronjong yang ada di daerah aliran sungai tersebut, sehingga mengancam rumah warga.

“ Beronjong yang rusak memang sudah lama dibangun, karena derasnya aliran way laay ini, sehingga beronjong sepanjang 50 meter amblas dan terbawa derasnya sungai,” kata dia.

Lanjutnya, apabila tidak segera ditangani, maka sejumlah rumah yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari aliran sungai itu terancam tergerus oleh aliran sungai apabila kembali terjadi banjir bandang.

“ Kalau tidak segera dibangun beronjong kembali, maka tebing yang ada disisi kiri sungai tersbeut akan tergerus air, dan rumah warga yang memang berjarak tidak jauh dari sungai akan terancam,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar segera ada antisifasi dari instansi terkait, sehingga pada saat cuaca buruk yang mengakibatkan banjir bandang pada aliran way laay sejumlah rumah yang terancam bisa selamat.

“ Kami harap ini bisa diperhatikan karena, menyangkut tempat tinggal warga, jangan sampai rumah-rumah itu hanyut karena lambannya penanganan dari instasi terkait,” ujarnya.

Selain itu, amblasnya beronjong dialiran Way Laay itu juga terjadi di Pekon Penggawa V Ulu yang juga mengancam rumah-ruamh warga yang berjarak sangat dekta dengan aliran sungai.

Peratin Penggawa V Ulu Nizam Wanir mengatakan akibat banjir bandang yang terjadi di aliran way laay, mengakibatkan beronjong penahan erosi sepanjang 50 meter amblas dan terbawa derasnya aliran sungai.

“ Dengan amblasnya beronjong tersebut, sejumlah rumah mulai terancam, sehingga dharapkan agar ada penanganan segera, hal itu agar pada saat way laay kembali banjir, rumah-rumah itu bisa aman,” kata dia.

Selain itu, aliran way laay yang ada di pekon tersebut mengalami pendangkalan, sehingga diperlukan adanya normalisasi, sehingga pada saat banjir tidak meluap hingga kepemukiman warga.

“ Sejauh ini memang pemukiman warga tidak terkena banjir bandang itu, namun perlkua adanya normalisasi pada sejumlah titik diusngai ini, hal itu karena pasca banjir bandang banyak yang mengalami pendangkalan,” ujarnya.

Sementara itu,  dilokasi kejadian, selain mengakibatkan dua titik beronjong amblas dan terbawa aliran sungai, banjir bandang juga memutuskan jalan penghubung antara Pekon Laay dan Pekon Way Nukak, sehingga tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan.

Menurut salah satu warga Pekon Laay,  jalan yang amblas tergerus Way Laay,  bahwa warga Dusun Penyabung,  Pekon Waynukak tersebut baru dibangun beberapa tahun lalu ditanggul Way Laay. Akses warga Penyabung saat ini masih bisa berjalan normal dengan melintasi jembatan gantung penghubung Dusun Negara Pekon Waynukak-Penyabung yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan bermotor (R2).
(eva/iqb)