PESISIR BARAT
Pembongkaran Lahan Segitiga (eva/pin)
15/5/2018 11:00:13
204

Terkait Pembongkaran Lahan Segitiga Pasar Minggu Ngambu, Langkah Pemkab Sesuai Prosedur

Harianlampung.com - Terkait pembongkaran lahan segitiga,  Pasar Minggu,  Pekon Negeriratu,  Kecamatan Ngambur oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang dilakukan beberapa waktu lalu,  menuai pro dan kontra.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas),  Pemkab Pesibar,  Ariswandi menyampaikan bahwa terkait lahan Segitiga Pasar Minggu Pekon Negeriratu, Kecamatan Ngambur

Tersebut dibongkar dengan proses penggusuran telah sesuai  dengan prosedur karena telah  melalui tahap sosialisasi.

Selain itu, melalui surat perintah pengosongan tanah segitiga pasar minggu nomor: 100/1029/v.01/iv/2018 tanggal 24 april 2018 yang ditandatangani oleh Camat Ngambur Kifrawi yang merupakan atau selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah melakukan sosialisasi kembali melalui surat nomor: 100/364/v.01/2018 perihal deadline perintah pengosongan tanah segitiga di Pasar Minggu pada tanggal 03 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Camat Ngambur.

" Pelaksanaan penggusuran yang dilakukan pada tanggal 11 mei 2018 karena   telah melewati  batas  waktu yang telah  ditentukan  oleh pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui surat camat Ngambur sebagaimana tersebut di atas yaitu diberikan waktu untuk mengosongkan tanah paling lambat Tanggal 05 Mei 2018, " jelas Ariswandi yang didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid)  Telkomunikasi dan Informatika Dinas Kominfo,  Pesibar,  Elvin Yonanda.

Terpisah,  Bukhtar husin (72) Warga Pekon Negeriratu, Kecamatan Ngambur, dilokasi pembongkaran, mengatakan bangunan pasar di Segitiga Ngambur, yang digusur oleh Pemkab Pesisir Barat itu, sudah tepat, dan tidak masalah.

"Ya, kalau ada pro dan kontra itu pasti ada. Pemilik kios juga kebanyakan cuma sewa, hanya beberapa saja yang sudah beli, " nah, mungkin yang sudah beli ini, yang gak terima kios nya di gusur," imbuh Bukhtar.

Pasar Minggu sendiri didirikan pada Tahun 1969, yang pada waktu itu, keadaan  di pasar minggu masih semak belukar. " Ya semacam hutan muda, dan masih jalan setapak, banyak sekali harimau dan kerbau hutan yang berkeliaran waktu dulu, " kenang dia.

Pada saat itu dirinya masih berusia  sekitar 25 tahun dan saya salah satu pendiri pasar itu, dari sembilan orang pendiri pasar. Pasar Minggu sendiri sudah pernah mendapat bantuan desa (Bandes) tahun 1970 sebesar 100 ribu rupiah, itu tandanya, ya Pasar Minggu itu memang milik pemerintah, papar Bukhtar.
(eva)