PESISIR BARAT
Kantor PWI Pesibar Digeruduk Satpol PP (eva/pin)
06/6/2018 14:25:49
626

Tak Terima Dikonfirmasi, Sejumlah Pol PP Berpakaian Preman Geruduk Kantor PWI Pesibar

Harianlampung.com - Pengurus dan anggota PWI Pesisir Barat (Pesibar) dikejutkan oleh kedatangan sejumlah anggota Satpol PP Pesisir Barat ke kantor PWI Pesibar, Rabu (6/6).

Datang dan terkesan arogan, beberapa anggota Pol. PP tersebut datang lantaran informasinya karna tidak menerima ketika salahsatu wartawan media cetak meng-konfirmasi terkait seputar kegiatan operasi lingkungan oleh Satpol PP Pesibar yang rutin digelar malam hari.

"Kami kesini sebagai satu kesatuan tidak menerima adanya sajian pertanyaan oleh wartawan yang bertanya dengan pertanyaan yang kami yakini itu tidak ada," ucap Martin dengan nada tegas dihadapan pengurus PWI Pesibar.

Martin yang mengaku sebagai Danton ini dengan yakinnya tidak menerima adanya wartawan yang nanya-nanya terkait kegiatan Operasi Satpol.PP.

"Kami rutin operasi lingkungan, itu merupakan tugas, dan kami tidak bisa terima ketika ada wartawan yang bertanya macam-macam tentang kegiatan kami itu," ulas Martin.

Dari informasi yang berkembang,  salahsatu wartawan media cetak yang juga anggota PWI Pesibar, beberapa waktu lalu sempat bertemu salahsatu anggota Satpol.PP dilapangan.

Dalam cerita, si wartawan bertanya kepada anggota Pol.PP terkait hal apa saja yang dilaksanakan dalam kegiatan operasi malam hari oleh Satpol.PP Pesibar.

Selanjutnya, menurut anggota Satpol.PP yang diketahui bernama Tedi tersebut, dirinya mengatakan ada pertanyaan dari wartawan tentang informasi dugaan tindakan pelecehan oknum Satpol.PP terhadap objek operasi (perempuan,red).

"Ya (dia_wartawan,red) nanya ke saya bahwa ada info kita dalam melaksanakan operasi malam diduga lakukan tindakan pelecehan, ya saya gak terima ditanya seperti itu," ungkap Tedi dikantor PWI Pesibar.

Masih dalam suasana yang sama, ketua PWI Pesibar Agustiawan mengatakan perlunya pemahaman tentang tugas dan pungsi wartawan, semua lapisan baik masyarakat, ASN dan lainnya harus faham bahwa bertanya lalu mewartakan (menulis), itulah diantaranya pungsi wartawan.

"Tak hanya teman-teman Satpol.PP, yang lain juga harus tau bahwa bertanya (konfirmasi) lalu menulis, begitulah kerja wartawan. Perihal cerita bahwa ada teman kita bertanya, benar atau tidaknya pertanyaan itu ya itulah pertanyaan, dan itu sah sebagai tugas wartawan. Hak narasumber menjawab, silakan dengan jawaban apa saja," tuang Agustiawan.

Selanjutnya, Agustiawan menegaskan bahwa siapapun dan kepada siapapun kita harus mengedepankan sopan-santun dan etika.

"Datang ujuk-ujuk tanpa salam dan etika, bicara tanpa tatanan dan pergi tanpa permisi, apa sikap seperti itu bisa kita jadikan contoh?," tandas Agustiawan.

Setelah terjadi sedikit argumentasi, beberapa anggota Satpol.PP keluar begitu saja tanpa etika dari kantor PWI.

Sementara, Plt. Kasatpol PP, Cahyadi Moe'is, ketika dihubungi via ponselnya menjelaskan, bahwa dirinya belum mengetahui kejadian tersebut.

Untuk itu,  menurut Cahyadi, pihaknya akan segera memanggil beberapa anggota Satpol PP dimaksud. "Segera akan dipanggil dan diperiksa secara kedinasan, Secepatnya akan ada klarifikasi kepada PWI Pesibar," kata Cahyadi.

Cahyadi juga menjelaskan jika memang anggotanya melakukan tindakan yang kurang pantas, pihaknya siap menyatakan permohonan maaf. "Kita siap menyampaikan permohonan maaf kalau memang anggota saya salah, tapi yang jelas akan dipanggil dulu," tukasnya.
(eva)