PESISIR BARAT
Sosialisasi Perda Pilratin (eva/pin)
25/6/2018 14:00:11
538

Agus Istiqlal Buka Sosialisasi Perda Pilratin

Harianlampung.com - Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Agus Istiqlal membuka secara langsung kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Tentang Pemilihan Peratin (Pilratin) Tahun 2018, acara tersebut dipusatkan di Gedung Serbaguna Selalaw,  Pantai Labuhanjukung,  Kecamatan Pesisir Tengah,  Senin (25/6).

Kegiatan tersebut selain dihadiri Bupati Pesisir Barat, Pejabat tinggi pratama, Pejabat administrator, Pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, para camat    para narasumber dan peserta sosialisasi dari 42 pekon yang akan mengikuti Pemilihan Peratin pada Tahun 2018 ini.

Disampaikan ketua panitia penyelenggara oleh kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem),  Edwin Kastolani,  terkait peraturan tentang Pilratin Tahun 2018. Sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri republik indonesia nomor 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa sebagaimana telah diubah dengan peraturan menteri dalam negeri republik indonesia nomor 65 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan menteri dalam negeri nomor 112 tentang pemilihan kepala desa.

Selanjutnya peraturan daerah Kabupaten Pesisir Barat nomor 7 tahun 2016 tentang petunjuk teknis pemilihan peratin di kabupaten pesisir barat sebagaimana telah diubah dengan peraturan daerah kabupaten pesisir barat nomor 1 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten pesisir barat nomor 7 tahun 2016 tentang pemilihan peratin.

Tujuan dilaksanakan sosialisasi ini merupakan sebagai pemberian atau pemahaman terkait peraturan dan petunjuk pelaksanaan Pilratin.

"Dalam sosialisasi ini diikuti oleh 42 peserta dari 116 pekon yang ada di Pesisir Barat. Sebanyak 42pekon yang akan mengikuti Pilratin pada Tahun 2018 ini. Untuk materi yang akan disampaikan terkait peraturan daerah tentang Pilratin, "papar Edwin.

Sementara disampaikan Agus Istiqlal dalam sambutannya sekaligus membuka secara langsung acara sosialisasi Peraturan Daerah tentang Pilratin Tahun 2018. Pihaknya menyampaikan bahwa demokrasi dalam konteks pemilihan peratin dapat dipahami sebagai pengakuan keanekaragaman serta sikap politik partisipasif dari masyarakat dalam bingkai demokratisasi pada tingkat desa.

Hal tersebut telah diatur pada undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, bahwa pemilihan peratin harus dilaksanakan serentak yang dilaksanakan secara bergelombang paling banyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 6 tahun.

"Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pesibar pada tahun 2016 yang lalu telah melaksanakan pemilihan peratin gelombang pertama yaitu pemilihan peratin serentak pada 68 pekon dari 116 pekon," jelas Agus.

Berdasarkan pengklasifikasian masa habis jabatan peratin definitif, maka untuk tahun 2018 akan dilaksanakan pemilihan peratin serentak gelombang kedua pada 42 pekon. Selanjutnya pada tahun 2020 yang akan datang dilaksanakan pemilihan peratin serentak gelombang ketiga pada 6  pekon.

Lanjut Agus bahwa dijelaskan bahwa pemilihan peratin merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat pekon  dalam rangka memilih peratin yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. dengan demikian sosialisasi peraturan daerah tentang pemilihan peratin yang kita laksanakan pada hari ini merupakan tahap awal dari pemilihan peratin serentak se-kabupaten Pesisir Barat tahun 2018.

Pada kesempatan ini juga perlu saya jelaskan bahwa, pemilihan peratin sebagai momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan konsolidasi demokrasi. untuk itu masyarakat mempunyai peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintahan pekon sesuai kebutuhan masyarakat selama 6 tahun kedepan.

"Selanjutnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan terhadap prinsip demokrasi, maka pelaksanaan pemilihan peratin dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. dengan menggunakan asas-asas tersebut diharapkan penyelenggaraan pemilihan peratin di kabupaten pesisir barat secara umum dapat berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pemimpin pemerintah pekon atau peratin yang berkualitas," papar Agus.

Agus juga berharap, kepada para peserta sosialisasi agar dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik dan serius sehingga bisa menguasai materi sosialisasi pemilihan peratin dan dapat menghasilkan panitia pemilihan peratin yang netral sesuai dengan asas-asas pemilihan peratin.
(eva)