PESISIR BARAT
Halal Bihalal Pemkab Pesibar (eva/pin)
26/6/2018 15:41:59
607

Agus Istiqlal Pimpin Halal Bihalal Idul Fitri 1439 H

Harianlampung.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menggelar Halalbihalal Hari Raya Idhul Fitri 1439 Hijriah,  Tahun 2018 yang dipusatkan di Gedung Selalaw,  Pantai Labuhanjukung,  Kecamatan Pesisir Tengah,  Selasa (26/6). Yang dipimpin langsung oleh Bupati Pesibar,  Agus Istiqlal dan dihadiri seluruh pejabat dan pegawai dilingkungan Pemkab setempat.

Selain itu,  tampak hadir Wakil Bupati Pesibar,  Erlina,  Sekda Azhari,  serta anggota DPRD dan Stakeholder dilingkungan Pemkab Pesibar-Lampung Barat. Acara Halal bihalal yang bertemakan Dengan Halal bihalal kita jalin persatuan dan kesatuan demi kemajuan Kabupaten Pesisir Barat,  dilanjutkan dengan acara Siraman Rohani dari Penceramah oleh Ust. Safruddin.

Disampaikan dalam sambutan,  Bupati,  Agus Istiqlal  atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir dan batin. " Semoga amal ibadah kita semua diterima allah swt dan masih diberikan kesehatan untuk meningkatkan  ketaqwaan kita kepada Allah SWT, " kata Agus.

Selanjutnya perlu  disampaikan pada kesempatan ini bahwasannya Halal bi halal  merupakan tradisi bangsa Indonesia yang telah diwariskan oleh  para pemimpin bangsa. " Meskipun acara semacam ini termasuk tradisi, akan tetapi manfaat dan maslahatnya  sangat besar, sehingga  hal itu tidak dilarang oleh agama," harapnya.

Adapun salah satu hikmah yang dapat dipetik melalui acara  Halal bi halal  adalah terciptanya ukhuwwah, terjalinnya silaturrahmi dan persaudaraan yang lebih akrab antar sesama. Dimana didalam pergaulan kita sehari - hari tentunya banyak mengalami polemik baik yang positif maupun yang negatif sehingga tercipta suasana yang kurang aman, nyaman bagi diri kita masing -masing.

Polemik tersebut   diumpamakan  adanya  rasa sakit hati  atau ketersinggungan atas perkataan ataupun perbuatan dari lingkungan kita sehari - hari sehingga hal - hal seperti itulah yang pernah timbul  dan  akan hilang  apabila kita saling  memaafkan, mengikhlaskan dan melupakan perbuatan yang lalu. dengan demikian artinya  akan lebih baik lagi jika disertai dengan  saling berjabat tangan antara satu dengan yang lainya.

"Dengan berjabat tangan  dapat menghilangkan rasa dendam, sebagai penawar hati yang luka, tentunya harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan  dan keakraban. Selain berjabat tangan, harus diikuti dengan  saling berpandangan, lisan saling mendoakan dan hati saling mencintai, amiin,  " tutup Agus.
(eva)