PESISIR BARAT
Sunatan Massal Dinsos dan PPNI Pesibar (eva/pin)
01/7/2018 11:48:25
666

Dinas Sosial Kerjasama Dengan PPNI Pesibar Gelar Sunatan Massal

Harianlampung.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), secara rutin setiap tahun selalu gencar menggelar kegiatan sunatan massal terhadap anak-anak yang tergolong dalam keluarga kurang mampu.

Di 2018 ini, Dinsos menggelar sunatan massal dengan peserta sudah mencapai 172 anak kurang mampu dan kurang beruntung. Kegiatan sunatan masal yang dilaksanakan bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pesibar.

Sebelumnya,  wilayah Wayharu Kecamatan Bangkunat menjadi sasaran pertama Dinsos bersama PPNI dalam mewujudkan program tahunan itu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, dan diikuti oleh 104 anak yang berasal dari empat pekon yakni Pekon Wayharu, Bandardalam, Siringgading, dan Waytiyas.

Selanjutnya, Dinas Sosial Pesisir Barat mengkhitan 60 anak di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, pada Jumat, 29 Juni 2018. Dengan kegiatan khitanan di Way Haru, Bengkunat, total peserta yang dikhitan capai 172 anak yang sebelumbya hanya menargetkan 150.

Kepala Dinsos, Marzuki, melalui Kabid. Pemberdayaan Sosial, Mirton Setiawan,  mengatakan kegiatan sunatan massal yang dilaksanakan dinsos merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. "Kegiatan sunatan massal merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahunnya, kegiatan bertujuan untuk membantu dan meringankan beban keluarga kurang mampu," kata dia.

Dijelaskannya, setelah melaksanakan sunatan massal untuk 104 orang anak di wilayah Wayharu dan di Kecamatan Ngambur dan Pesisir Selatan sebanyak 70 dan dalam pelaksanaannya, kita masih bekerjasama dengan PPNI Pesibar.

Pihaknya berharap kegiatan sunatan massal yang dilakukan bisa terus terlaksana, sehingga masyarakat kurang mampu di kabupaten paling bungsunya Lampung itu bisa terus melaksanakan program dimaksud. "Kita harap kegiatan ini tetap terlaksana, sehingga bisa membantu masyarakat kurang mampu yang ada di kabupaten ini," pungkasnya.
(eva)