PRINGSEWU
Gropyokan Tikus di Pringsewu. (lis/pin)
01/11/2017 14:15:51
132

Kendalikan Hama, Dinas Pertanian Gelar Gropyokan Tikus

Harianlampung.com - Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu melakukan aksi gerakan massal pengendalian hama tikus yang berpotensi menganggu tanaman petani. Gerakan massal yang dinamai "Gropyokan Tikus" tersebut berhasil menangkap dan membunuh 870 ekor tikus.

Gropyokan Tikus digelar Rabu (1/11) pada areal sekitar 300 hektar persawahan ‎di Bulok Sari dan Bulok Karto, Pekon Bulok Karto Kecamatan Gadingrejo. Kegiatan ini dikomandoi oleh tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Distan Kabupaten Pringsewu.

Acara ini juga dihadiri ‎Inspektur II Kementerian Pertanian Widono dan Kepala BPP Provinsi Lampung diwakili Ade Setiawan serta sejumlah kepala OPD Kabupaten Pringsewu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda menuturkan, pada Gropyokan Tikus ini dikerahkan sekitar 500 orang, meliputi para petani, anggota TNI dan Polri serta pelajar dengan membawa berbagai perlengkapan untuk menangkap dan membunuh hama tikus.

Kemudian bangkai tikus itu dikumpulkan dan nantinya akan dikubur atau jika ada masyarakat yang mau untuk makanan ikan lele dipersilahkan untuk mengambilnya.

Iskandar menuturkan, program Gropyokan Tikus itu sengaja dilakukan menjelang masa tanam padi yang diperkirakan jatuh pada pertengahan hingga akhir November 2017 ini. Karen‎a jika akan tanam padi maka harus dihilangkan dulu hama tikusnya.

“Mudah-mudahan bila pengairan dan cuaca mendukung, kita bisa tanam padi serentak pada pertengahan hingga akhir November ini. Maka kita habisi dulu hama tikusnya," jelasnya.

Iskandar menambahkan, bahwa pihaknya pada Kamis (2/11) juga akan menggelar lomba mengendarai Traktor‎ di sawah Pekon Bulok Karto, yang akan diikuti 18 peserta dari 9 kecamatan. "Masing-masing kecamatan mengirim dua alat traktor dan pengemudinya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Pringsewu Fauzi ‎mengapresiasi program Gropyokan Tikus tersebut. Ia berharap ke depan, kegiatan itu dapat dilakukan secara rutin dan  mandiri oleh petani secara berkelompok. "Mudah-mudahan jika rutin dilakukan, maka hama tikus itu setidaknya akan berkurang populasinya," ujarnya.

‎Fauzi mengatakan, membunuh sepasang tikus maka ‎sama saja menghentikan perkembangan dua ribu ekor tikus dalam hitungan setahun. "Reproduksi tikus memang sangat cepat. Bayangkan seekor tikus betina dapat beranak 8-12 setiap bulannya," terangnya.

‎Disisi lain Fauzi menghimbau kepada para petani jika akan tanam padi harus mengetahui dan memahami cuaca ataupun perolehan sumber airnya. Sebab di Kabupaten Pringsewu ini di dalam tanah sudah langka sumber airnya  disebabkan karena sudah hilangnya pohon-pohon besar sebagai penyerap dan penyimpan air.

Ia berharap kepada pihak terkait juga masyarakat agar terus menggalakan penanaman pohon di segala tempat. "Ayo, mulai sekarang kita gerakan terus program penanaman penghijauan dengan memanam berbagai jenis pohon disegala tempat agar air dapat tersimpan," pinta Fauzi.
(lis/yls)