PRINGSEWU
Peringatan hari sumpah pemuda. (lis/pin)
01/11/2017 20:50:30
123

Sujadi Gelorakan Semangat Pemuda

Harianlampung.com - Rangkaian upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017 tingkat Kabupaten Pringsewu, berlangsung meriah dan sukses disponsori Pemuda-Pemudi Pringsewu dari berbagai elemen dan komunitas.

Sekitar 1500 pemuda-pemudi dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Pringsewu tergabung  dalam wadah 55 ormas kepemudaan, komunitas, elemen masyarakat serta pelajar hadiri dengan khidmat pada upacara yang mengusung tema "Pringsewu Bersatu, Pemuda Indonesia Berani Bersatu dan Pemuda Pringsewu Bersatu" dengan menampilkan atraksi yang memukau di seputar Pendopo Pringsewu, Sabtu (28/10) usai prosesi upacara Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Peringatan diwarnai kegiatan bakti sosial donor darah dan pengobatan gratis, penampilan beberapa grup musik, atraksi dan pameran motor antik yang dimodifikasi, sepeda antik, mobil adveture,  melukis 89 caping, babershop bayar seiklasnya, kelompok pencipta reptil serta penyajian jajanan dan makanan tradisional dari Pringsewu Comunity.

Selain itu, adanya sosialisai yang digagas KNPI Kabupaten Pringsewu tentang tata tertib berlalu lintas di jalan raya dan bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Peringatan dihadiri Bupati Pringsewu Sujadi, Wabup Pringsewu Fauzi, Sekdakab Budiman, Dandim 0424 Tanggamus Letkol.Arh.Anang Hasto Utomo serta Kap‎olres Tanggamus AKBP.Alfis Suhaili.

Apresiasi dari gabungan pemuda Pringsewu berupa pengalungan selendang merah putih bertuliskan "Pemuda Pringsewu Bersatu" kepada Bupati Sujadi,wakil Bupati Fauzi,sekdakab Budiman,Dandim 0424 Letkol.Arh.Anang Hasto Utomo serta Kap‎olres Tanggamus AKBP.Alfis Suhaili.

Peringatan juga dihadiri Ketua dan Wakil TP-PKK Hj.Nurrohmah Sujadi dan Hj.Rita Irviani, jajaran Kepala OPD, beberapa anggota DPRD, Uspika,  tokoh agama dan masyarakat.

Usai upacara, Bupati Sujadi didampingi Wabup Fauzi dan pejabat lainnya menyempatkan diri mengelil‎ingi ke beberapa stand pemuda tersebut. Bahkan rombongan pejabat itu mendapat kehormatan melukis pada caping (topi tani).

Bupati Sujadi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada para pemuda-pemudi Pringsewu dengan rasa kebersamaan dan kekompakan dapat menyajikan dan menampilkan berbagai karyanya yang positif guna memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke-89 ini.

Menurutnya, ini harus terus dipertahankan dan tingkatkan lagi."Saya sangat mengapresiasinya, bila perlu pada peringatan Sumpah Pemuda ditahun mendatang baik peserta maupun kegiatan dapat lebih ramai dan meriah ‎lagi,"harapnya.

‎Pada upacara Hari Sumpah Pemuda ke-89 itu Bupati Sujadi menjadi Inspektur upacara, sementara, komandan upacara  dipimpin Kapten Chb.Yudi Nugroho.

Bupati Sujadi dalam sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi menuturkan, bahwa delapan puluh sembilan lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul disebuah gedung di Jalan Kramat Raya daerah Kwitang Jakarta.

Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Hal itu merupakan ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia."Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yakni pada 17 Agustus 1945,"kata Sujadi.

Sujadi mengatakan, Sumpah Pemuda dibacakan diarena Kongres Pemuda ke-2 dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika membaca dokumen sejarah itu, maka ditemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh di Indonesia mulai dari belahan barat dan timur.

Secara Imaginatif, sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah. Tetapi kenyataannya ke-71 pemuda itu dapat menggelar kongres tersebut demi cita-cita besar Indonesia."Inilah yang disebut dengan Berani Bersatu,"ungkapnya.

Bupati Sujadi mengajak untuk mensyukuri atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Maka sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsa Indonesia.

Namun anehnya dijaman sekarang yang penuh dengan kemudahan teknologi, baik komunikasi dan transportasi malah justru sering selisih paham, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah dipisahkan oleh jarak atau berada diruang isolasi yang tidak terjamah atau terhalang tembok raksasa yang tinggi dan tebal.

Menurutnya, kemudahan berbagai teknologi ‎ seharusnya lebih mudah untuk berkumpul, bersilaturahmi dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci."Karena semua hal dapat di konfirmasi dan diklarifikasi hanya dalam hitungan detik,"tuturnya.

‎Hari ini (hari Sumpah Pemuda) adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia,pungkasnya.
(lis/her)