PRINGSEWU
Ilustrasi (pin/ist)
03/11/2017 10:31:32
164

Tiga Pekon Pringsewu Deklarasi Bebas BAB Sembarangan

Harianlampung.com - Tiga pekon (desa) di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu mendeklarasikan diri menjadi pekon ODF (Open Defecation Free) atau Pekon terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan.

Ketiga pekon itu yakni Pekon Sukamulya, Nusa Wungu dan Wayakrui, masing-masing pekon pada pembacaan deklarasi yang berlangsung di Balai Pekon Nusa Wungu, Jum'at (3/11) membawa 10 orang.

Selanjutnya, ketiga kepala pekon itu mendapatkan sertifikat desa ODF dari Pemkab Pringsewu yang diserahkan oleh Sekdakab Pringsewu Budiman mewakili Bupati Sujadi.‎ Usai prosesi itu dilanjut dialog.

Sebelumnya Sekdakab Budiman menuturkan, bahwa program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higenis dan saniter secara mandiri agar membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, yang ditujukan untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit dan keracunan.

"Maka pendekatan untuk mengubah perilaku higenis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan,"ungkapnya.

Menurut Budiman, pendekatan ini telah dicanangkan menjadi program nasional dan merupakan strategi nasional melalui Permenkes No.3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB).

Sekdakab menambahkan, penyelenggaraan STMB di laksanakan oleh masyarakat secara mandiri dengan berpedoman pada pilar STMB yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Sedang ODF sendiri adalah kondisi ketika individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Maka diperlukan percepatan hingga 400 persen untuk ‎mencapai target Indonesia stop buang air besar sembarangan.

Pemkab Prings‎ewu sendiri mengeluarkan peraturan Bupati Kabupaten Pringsewu No.37 tahun 2016 tentang percepatan pencapaian akses Universal Sanitasi. Kemudian SK Bupati Pringsewu No.B/378/KPTS/D.02/2017 tentang gerakan bersama rakyat Kabupaten Pringsewu ODF/Stop Buang Air Besar Sembarangan Kabupaten Pringsewu 2017.

Maka dengan terbitnya perbup dan SK tersebut diharapkan semua OPD serta camat dan lurah/kepala pekon agar bisa mendukung program sanitasi ini. "Jadi Sanitasi tidak lagi menjadi tugas Dinas Kesehatan, melainkan tugas semua OPD, pihak ekesejutif dan legislative serta tanggung jawan semua elemen masyarakat,"ucapnya.

Budiman juga mengharapkan semua OPD dan jajarannya agar siap berkontribusi dalam kegiatan STMB di Kabupaten Pringsewu yang terus ber-Jihad Sanitasi guna mencapai target Kabupaten Pringsewu ODF pada 2017 ini.

Dia menambahkan Kabupaten Pringsewu ada tiga pekon yang sudah menjadi Pekon ODF yakni Pekon Padangrejo dan Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran dan Pekon Wonosari Kecamatan Gadingrejo."Mereka telah dideklarasikan oleh Bupati Pringsewu pada 8 Mei 2016 lalu. Hal itu sebagai awak keberhasilan kita bersama,"imbuh Budiman.

Nampak hadir pada agenda itu Dandim 0424 Tanggamus Letkol.Arh.Anang Hasto Utomo, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Nurhayati Budiman, sejumlah Kepala OPD Pringsewu, Danramil Sukoharjo ‎Kapten Chb. Yudi Nugroho, Danramil Pringsewu Kapten.Inf. Redi Kurniawan.
(lis/iqb)