PRINGSEWU
Wayangan di Pringsewu (lis/pin)
08/11/2017 13:14:25
132

Peringati Hari Wayang, Pringsewu Gelar Wayangan Semalam Suntuk

Harianlampung.com - Pemkab Pringsewu menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia 2017. Menampilkan dalang Ki Supardi Romo Putro dan Ki Eko Sutanto dengan  membawakan lakon 'Begawan Ciptaning'.

Wayang Kulit semalam suntuk itu berlangsung di Balai Pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu, Selasa malam (7/11).

Dibuka oleh Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dudi Mashardi mewakili Bupati Pringsewu Sujadi.

Nampak dihadiri juga Ketua PEPADI Provinsi Lampung Prof.DR.Ir.Hi.Sugeng P. Hariyanto, Ketua PEPADI Pringsewu Johannes Boimin, jajaran pemkab dan DPRD, para camat serta penikmat kesenian Wayang Kulit dan masyarakat Pringsewu lainnya.

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Tri Prawoto, tujuan digelarnya pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk tersebut, selain untuk memeriahkan Hari Wayang Sedunia, juga dalam rangka melestarikan seni budaya bangsa, disamping itu juga turut memberikan hiburan bagi masyarakat.

"Setidaknya pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk ini dapat memberikan hiburan kepada masyarakat serta mempertahankan warisan kebudayaan asli Indonesia,"ujar Tri Prawoto.

Sedang Ketua PEPADI Provinsi Lampung Prof.DR.Ir.Hi.Sugeng P. Hariyanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu, yang telah menggelar pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia.

"Jadi, Kabupaten Pringsewu merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Lampung, yang menggelar peringatan Hari Wayang Sedunia 2017 ini," kata mantan Rektor Universitas Lampung tersebut.

Sementara Staf Ahli Dudi Marsudi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Pringsewu, mengatakan pada 7 November 2003 silam, UNESCO menobatkan wayang sebagai Masterpiece of oral and intangible heritage of humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia.

"Maka,  sejak itulah setiap 7 November dalam setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia. Dengan demikian, wayang bukan hanya menjadi milik lndonesia saja, namun telah diakui dan juga menjadi milik dunia,"ujarnya.
(lis/iqb)