PRINGSEWU
TNI dan Kementan Meninjau Cetak Sawah (lis/pin)
09/11/2017 14:33:32
154

Tim Percepatan Cetak sawah Meninjau Lokasi

Harianlampung.com - Tim Percepatan cetak sawah tahun 2017 dari Markas besar (Mabes)  TNI dan Kementrian Pertanian (Kementan) RI meninjau lokasi cetak sawah yang ada di dusun IV eks  Rawa Tunggul Sari, Pekon Parerejo‎, Kecamatan Gadingrejo seluas 110 hektar.

Tim Peninjauan  Kamis (9/11) dipimpin Brigjed TNI FX.Bangun Pratiknyo dari Mabes TNI AD didampingi Kolonel.Czi. I Wayan Aditya dan Kolonel.Czi.Manofarianto serta dari Kementan RI  Yulia.

Rombongan tim disambut ‎Kasiter Korem 043  Gatam Letkol.Inf.Sipayung, Dandim 0424 Tanggamus Letkol.Arh. Anang Hasto Utomo dan  Dinas Pertanian Provinsi Lampung  Indriatmoko dan Asnawati, Maryanto selaku Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Pringsewu, Camat Gadingrejo Dewanto Dwi Utomo, Danramil se-Kabupaten Pringsewu serta Kepala Pekon Parerejo Hari Rohim.

Rombongan langsung menuju lokasi persawahan yang dijadikan program percepatan‎ cetak sawah seluas 110 hektar yang ada di Dusun IV eks Rawa Tunggul Sari, Pekon Parerejo dengan mengendarai sepeda motor.

Usai meninjau, rombongan kembali ke Balai Pekon Parerejo, guna berdialog dengan sejumlah kelompok  tani (Poktan) penggarap sawah cetak dan pengelola sawah tersebut.

Brigjend TNI FX.Bangun Pratiknyo selaku ketua tim menuturkan, bahwa tujuan meninjau lokasi cetak sawah yakni dalam rangka melihat program cetak sawah tahun 2017 secara langsung disamping itu mengevaluasi dan mengupayakan bagaimana pola peningkatkan swasembada pangan beras, ujarnya.

Menurutnya, program cetak sawah sangat positif karena menggarap lahan sawah pada lahan yang dinilai  tidak produktif tetapi dengan pola-pola tertentu ternyata  bisa diatasi. "Seperti pengelolaan lahan, mengatur keluar masuknya air. Jika banyak tanggul yang jebol karena banjir dan pintu air pada rusak maka mari  bersama-sama kita perbaiki,"kata dia.

Selain itu, Brigjend.TNI.FX.Bangun Pratiknyo juga menghimbau kepada pengelola lahan cetak sawah yang baru, harus selalu mengkomunikasikan jika ada permasalahan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Kami juga sudah menyiapkan Babinsa disetiap pekon guna membantu para petani,"ungkapnya.

Sementara , Indriatmoko dari Dinas Pertanian Provinsi Lampung bahwa cetak sawah baru tersebut akan menjadi sawah seperti sawah lama setidaknya butuh waktu 3 hingga 4 tahun."Tetapi harus perlu perawatan yang intensif. Disamping itu jangan coba-coba cetak sawah baru itu dialih fungsikan,"harapnya.

Diharapkan para petani cetak sawah baru itu jangan malas-malasan, tetap  serius mengolah lahan sawahnya agar menghasilkan yang maksimal sesuai harapan demi kesejahteraan masyarakat."Sebab negara kita adalah agraris, maka jangan sampai tergantung impor beras dari luar negeri,"‎tegasnya.

‎Disisi lain, Kabid Sarana dan Prasarana  Dinas Pertanian Pringsewu Maryanto menuturkan, untuk cetak sawah di Kabupaten Pringsewu ada 150 hektar, berada di Pekon Parerejo 110 hektar dan 40 hektar di Pekon Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa. Diharapkan nantinya bisa ditanam dua kali dalam setahun.

"Selama ini baru bisa ditanam sekali dalam setahun, mudah-mudahan kedepan bisa dua kali tanam dalam setahun,"kata dia.

Hal itu penyebabnya, setiap musim tanam rendeng, lokasi cetak sawah baru itu pasti terendah banjir dari luapan air sungai baik dari Kabupaten Pringsewu maupun dari Pesawaran."Maka terus kita kaji dan kelola bagaimana cara mengatasi banjir tersebut,"ujarnya.

Maryanto menambahkan, pada cetak sawah baru itu jika ditanam padi dalam 1 hektar baru bisa menghasilkan 4 sampai 5 Ton."Mudah-mudahan pada 3 hingga 4 tahun kedepan hasilnya bisa sama dengan sawah-sawah yang lama,"harapnya. (Iis/her)

Caption: Kunjungan Tim Percepatan cetak sawah.
(lis/her)